Cara Meningkatkan Kualitas Ibadah untuk Peningkatan Iman Taqwa

Share

Serial materi isi khutbah jum’ah tentang tips kiat cara meningkatkan kualitas ibadah dalam rangka peningkatan iman dan taqwa. Jumatan pada masjid al Hidayah Tasikmadu Karanganyar dekat tempat kerja.

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh, wilujeng siang, selamat ber apa saja para kaum mislimin wal muslimat di segala penjuru dunia. Utamanya pada kota besar Jakarta, Surabaya Depok Semarang Surakarta dan lain sebagainya.

meningkatkan kualitas ibadah dalam rangka peningkatan iman dan taqwa

Pada hari ini kami melaksanakan salat jumat pada masjid yang berada tidak jauh dari tempat kerja. Jaraknya hanya sekitar 5 menit perjalanan dengan berjalan kaki.

Adapun materi isi khutbah jumat kali ini berisi tentang kiat dan cara dalam rangka meningkatkan kualitas dalam beribadah. Salah satu tujuannya untuk peningkatan iman dan taqwa.

baca : BAIK SECARA LAHIR, BAIK SECARA BATIN DAN JANGAN DITAMPAKKAN

Dalam khutbah jumat ini sang khatib menyampaikan bahwa selain pesan untuk meningkatkan iman dan taqwa perlu pula menyampaikan cara atau ilmu dalam meningkatkannya.

Karena apa?

Karena pemberitahuan untuk meningkatkan iman dan taqwa masih berupa bahan mentah, alias tidak semua orang memahami tata cara dalam peningkatannya.

Sehingga kata “monggo kito tingkataken – poro jamaah sumonggo kito ningkataken iman soho taqwa kito dhumateng ngarsanipun gusti Allah SWT” menjadi kurang efektif.

Orang awam yang belum paham tidak mengetahui bagaimana cara meningkatkan iman dan taqwa.

Tips, Kiat, dan Cara Meningkatkan kualitas Ibadah

Selanjutnya salah satu kiat dan tips yang disampaikan dalam meningkatkan kualitas ibadah yaitu dengan teknik beribadah dan mengingat kematian.

Dalam memberikan ilmu meningkatkan kualitas ibadah dengan maksud tujuan untuk peningkatan iman dan taqwa. Bapak khotib khutbah jumah menyitir suatu kata bijak yang berbunyi

اِعْمَلْ لِدُنْيَاكَ كَأَنَّكَ تَعِيْشُ أَبَداً ، وَاعْمَلْ لِآخِرَتِكَ كَأَنَّكَ تَمُوْتُ غَداً

“I’mal lidunyaaka ka-annaka ta’iisyu abadan, wa’mal li-aakhiratika ka-annaka tamuutu ghadan.”

Artinya : Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya. Beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok

Ada yang menganggap kalimat ini merupakan hadits nabi. Akan tetapi menurut situs rumaysho mengatakan bahwa kalimat ini bukanlah hadits dari nabi.

sumber : Rumaysho.com Bekerja untuk duniamu sekan akan hidup selamanya

Yang menjadi penekanan yang beliau sampaikan adalah metode beribadah seakan-akan mati besok.

Dengan mengasumsikan situasi seperti itu (dan tidak ada yang bisa menjamin kapan ajal kematian datang) maka tentu dalam beribadah akan lebih fokus dan khusyu’.

Beliau juga mengingatkan mengenai ketidak pastian kapan ajal. Contohnya seperti beberapa saat yang lalu ada orang yang melayat, kemudian beberapa hari yang melayat meninggal dunia.

baca : TIPS SHOLAT KHUSYU’ DARI KHOTIB KHOTBAH JUMAT

Dari situ dengan situasi ketidakpastian kedatangan ajal dan memposisikan ibadah dan pelaksanaannya. Misalnya salat jum’at ini adalah ibadah terakhir, maka akan ada perhatian lebih dalam kekhusyukannya.

Itulah salah satu isi materi khutbah jum’at di masjid Al Hidayah. Khutbah yang disampaikan pada tanggal 15 Januari 2021 Waktu Indonesia Barat.

Kesimpulan

Selain menyampaikan pesan untuk iman dan taqwa, khatib juga perlu menyampaikan cara untuk meningkatkan kualitas ibadah. supaya masyarakat meningkat keimanan dan ketaqwaan.

Kata kata “ bekerjalah seakan akan hidup selamanya dan beribadahlah seakan mati besok” bukan merupakan hadits nabi.

Salah satu tips dan kiat untuk meningkatkan kualitas beribadah dengan menganggap ibadahsekarang seperti ibadah terakhir kalinya di dunia ini.


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.