Kiat Mengajar TPQ yang menyenangkan supaya anak tidak Bosan

Rangkuman tentang tips dan kiat dalam mengajar iqro atau metode di TPQ yang lain supaya menyenangkan dan anak anak tidak bosan mengikuti kegiatan belajar yang disampaikan guru ustadz ustadzah TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an).

pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, sudah lama saya mencari referensi tentang cara mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an yang menyenangkan.

Hal ini dimaksudkan supaya dalam kegiatan pembelajaran TPQ saat mengajar iqro lebih menyenangkan dan menjauhkan anak anak dari rasa bosan.

Akhirnya setelah browsing kesana kemari menemukan artikel yang dimuat di situs berita nasional republika yang memberitakan informasi tentang kiat dan cara menyenangkan dalam mengajar TPQ supaya anak anak santri di TPA tidak bosan.

Metode atau cara ini bisa berjalan dengan baik apabila dilakukan dengan cermat dan mumpuni oleh pengajar atau ustadz ustadzahnya.

baca : macam macam metode Pembelajaran TPQ

Untuk mencapai taraf kemampuan yang mumpuni dalam pengajaran di TPQ yang menyenangkan diperlukan latihan dan pembelajaran dengan teliti dan seksama.

Latihan diperlukan dan yang paling utama yaitu praktek dari ilmu serta latihan yang telah dilakukan.

Jangan khawatir disaat pertama kali anda gagal membuat suasana menjadi hidup, namanya juga ujicoba pertama dalam praktek.

Kegagalan demi kegagalan diawal anda mencoba ilmu menyenangkan dalam mengajar akan terbayar nanti saat anda sudah lihai dan mahir membuat suasana yang happy di TPQ.

Materi Berasal dari Pihak yang Berkompeten

Langsung saja, berikut adalah kiat kiat dan cara mengajar yang disampaikan oleh Hj Sunarsih Wijaya SE, Ketua Dewan Direksi Lembaga Pembinaan Generasi Dini Muslim Ri’ayatul Ummah (LPGDM-RU) dan Ustaz Tasyrifin MPd, Direktur Nasional Badan Koordinasi Pendidikan Alquran dan Keluarga Sakinah Indonesia (BKPAKSI).

Acara kegiatan tersebut dilaksanakan di di Hotel Puncak Raya Cisarua, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu-Jumat, 12-14 November 2014.

Selanjutnya diliput oleh Republika Online dengan judul Guru TPQ Dilatih Mengajar Menyenangkan yang dirilis pada hari Jumat 21 Nov 2014 11:00 WIB.

Untuk Hj Sunarsih Wijaya SE lebih menekankan dalam kiat supaya mengajar yang menyenangkan.

Sedangkan Ustadz Tasyrifin, MPD lebih membicarakan bagaimana supaya menjadi guru TPQ yang menyenangkan (akan dibahas di postingan yang lain.

Santri mengalami lelah secara fisik dan Pikiran

santri di kelas
ilustrasi santri sekolah

Sebelum menjelaskan tentang pembelajaran Iqro yang menyenangkan pada Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), diungkapkan bahwa santri hanya membawa sisa tenaga dan kemampuan otak sisa sisa dari pembelajaran umum.

Kesimpulannya santri anak didik TPQ telah mengalami kelelahan secara fisik dan otak/mental setelah sekolah.

Sehingga dari situasi tersebut perlu dibuat formula pembelajaran yang enteng di pikiran dan sifatnya lebih menghibur di hati para santri, bukan model pendidikan di sekolahan yang bersifat lebih serius memeras pikiran.

Langkah mengajar TPQ Menjadi Menyenangkan

Umi Ninie menyebutkan ada langkah untuk mengajar jadi menyenangkan.

Cara yang pertama dengan menyanyikan lagu dan syair yang merupakan bahan ajar.

Kemudian melakukan integrasi atau memasukkan materi pelajaran yang lain untuk memunculkan pemahaman serta kemampuan dalam praktek sehari hari.

baca : menjadi Guru TPQ yang baik

Metode yang kedua, dengan melakukan pengamatan sikap seseorang yang dimaksudkan menimbulkan rasa ingin tahu dan menghubungkannya dengan materi pelajaran, misalnya aqidah akhlak atau fiqih, dan lain sebagainya yang pernah diajarkan.

Harapannya nanti para santri bisa melanjutkan dengan menganalisa dan menalar kemudian memunculkan rasa ingin yang kuat untuk berakhlak sebagai muslim yang sejati.

Saatnya Belajar, Latihan dan Praktek

menjadi guru yang hebat

Sekedar informasi, materi ini disampaikan pada Pelatihan Pengembangan Kompetensi Guru TKQ-TPQ yang diadakan oleh Direktorat Pondok Pesantren Kementerian Agama, jadi bisa dikatakan kualitas nasional.

Meskipun begitu, tidak cukup anda hanya membaca saja, diperlukan latihan dan jangan takut untuk praktek.

Setidaknya para guru TPQ bisa memilih dan memilah lagu dan syair yang bermuatan materi, carilah lagu-lagu yang sangat bermuatan materi pembelajaran, misalnya lagu abatatsa, rukun Islam, rukun Iman, sukur-sukur ada lagu tentang ilmu tajwid.

Setelah mendapati rangkuman dari seminar nasional yang diadakan oleh Kemenag di tahun 2014 diatas, maka segeralah mencoba mempraktekkannya.

Karena kata paman saya, rencana yang kecil dan dilaksanakan jauh lebih bermanfaat dan berharga daripada cita cita yang tinggi dan besar tanpa pelaksanaan.

Langkah pertama untuk mengajar TPQ yang menyenangkan bisa dimulai pengumpulan bahan ajar dan lagu serta syair, kemudian berlatihlah menyanyi supaya hafal, jangan lupa praktekkan di kegiatan KBM.

Bisa jadi pertama kali mempraktekkan ilmu ini gagal, jika anda mundur karena kegagalan pertama berarti anda gagal selamanya, tokh tidak ada yang tahu selain teman dan anak – anak.

Demikian rangkuman dari kiat mengajar TPQ yang menyenangkan, yang insyaallah akan disusul dengan artikel tentang menjadi guru TPQ yang menyenangkan.

Wilujeng sonten, wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Silakan berkomentar

%d blogger menyukai ini: