Berbagai Cara dan Metode Pembelajaran pada TPQ

Rangkuman berbagai macam metode pembelajaran yang diaplikasikan dalam kegiatan belajar mengajar pada Taman Pendidikan Al-Qur’an yang disadur dari J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 1 Juli-Desember 2018 yang berjudul MODEL-MODEL PERKEMBANGAN PEMBELAJARAN BTQ DI TPQ/TPA DI INDONESIA oleh Yuanda Kusuma Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia.

Pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, dalam tulisannya disebutkan bahwa Metode-metode pembelajaran TPQ sangat bervariasi.

Model variasi ini dilihat dari segi prinsip, karakteristik, metode serta tahapannya.

Dengan berbagai macam metode, lembaga Taman Pendidikan dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan serta karakter santri yang belajar di TPA.

Variasi dan keberagaman metode ini dianggap dapat bersifat saling memberikan kelengkapan satu dengan lainnya, menutup kekurangan yang tidak tercover oleh metode yang lain.

Pada prinsipnya, metode pembelajaran TPQ mempunyai konsep serupa dalam pembelajaran yaitu;

  • Pembelajaran huruf
  • Pelafalan huruf
  • Sifat huruf
  • Pembelajaran kata
  • Hukum tajwid
  • Pembelajaran kalimat
  • Cara membaca bacaan Ghoroibul qur’an

Adapunyang akan dibahas tentang macam macam metode yang dipergunakan BTQ (Baca Tulis Al-Qur’an) yang diaplikasikan dalam pembelajaran TPQ adalah sebagai berikut

Metode Baghdadi

Dalam metode ini (metode Baghdadi) termuat dalam kitab qowaid baghdadiyah ma’a juz amma terdapat beberapa tahapan.

Tahapan ini ditetapkan untuk dapat dipelajari siswa supaya mampu membaca al-Qur’an dengan baik dan lancar.

Tahapan dimulai dengan mengenal huruf hijaiyah dan diteruskan dengan menyambungnya.

Berikut tahapan tahapan metode baghdadi

  • Tahap pengenalan huruf hijaiyah
  • Tahap pengenalan huruf dan harakat
  • Tahap pengenalan huruf sambung
  • Tahap pengenalan juz ‘ama

Itulah tahapan dalam metode baghdadi mengacu kepada tulisan di jurnal Pendidikan Agama Islam.

Metode Al Barqy

Metode ini pertama di sosialisasikan pada tahun 1991 meskipun pada tahun 1983 telah di praktekkan.

Yang mencetuskan metode ini adalah Drs. Muahdjir Sulthon.

Metode al Barqy menyesuaikan dengan bahasa yang sesuai dengan pelafalan pada tingkat anak anak karena lebih menekankan bagaimana penggunaan struktur kata ataupu kalimat yang tidak mengikuti bunyi mati (sukun).

Contoh : Jalasa dan kataba, a da ra ja, ma ha ka ya, ka ta wa na, sa ma la ba.

Penerapan metode ini secara teoritis dapat diaplikasikan pada tingkatan umur dengan minimal jam pelajaran yang berbeda.

Tahapan metode al Barqy diantaranya;

  • Fase analitik
  • Fase sintetik
  • Fase Penulisan
  • Fase Pengenalan bunyi a-i-u
  • Fase pemindahan
  • Fase pengenalan tanwin
  • Fase pengenalan mad
  • Fase pengenalan syaddah
  • Fase pengenalan huruf
  • Fase pengenalan qasidah huruf hijaiyah
  • Fase pengenalan huruf yang tidak dibaca atau dilewati

Metode Iqro

metode mengajar TPQ

Merupakan metode yang berbentuk syaufiyah yang dirancang bagi anak sekolah.

Metode ini terdiri dari 6 jilid, dimulai jilid 1 sampai dengan jilid terakhir yaitu 6.

Disusun oleh KH As’ad Human yang ringgal di Yogyakarta.

Merupakan metode paling populer saat ini yang dipergunakan oleh TPQ di seluruh Indonesia sebagai metode yang dipakai dalam kegiatan belajar mengajar oleh lembaga Taman Pendidikan Al-Qur’an.

Metode iqro merupakan suatu metode membaca al-Qur’an yang lebih menekankan pada latihan membaca secara langsung.

Dimulai dari tingkatan paling sederhana kemudian bertahap selanjutnya pada jenjang yang lebih tinggi.

Harapannya para santri anak didik mampu membaca dengan baik, menghafal dengan lancar serta tepat dalam ilmu tajwid.

Garis besar metode iqro adalah sebagai berikut;

Buku Iqra tediri dari 6 jilid dengan penekanan pada latihan membaca secara langsung, dimulai dari tingkatan sederhana pada tingkatan paripurna.

Buku Iqra dapat diaplikasikan segala umur mulai anak PAUD TK sampai dengan dewasa dan orang tua.

Mengacu kepada pengalaman, seorang santri atau siswa bisa merampungkan 6 jilid pelajaran iqra dengan cara pembelajaran privat dengan alokasi 1 jam sehari, berikut estimasi waktunya.

  • TK 4-10 bulan
  • SD 3-6 bulan
  • SMP 1-22 bulan
  • SMA/Dewasa 15 – 20 kali pertemuan.

Metode Tartil

Metode tartil diyakini merupakan salah satu cara pembelajaran al-Qur’an (TPQ) yang lebih praktis serta lebih cepat dalam membantu santri belajar membaca al-Qur’an.

Pada tahun 1988 metode ini di sosialisasikan oleh Hj. Gazali, S.MIQ.

Awal mulanya metode ini memiliki nama “Metode Cepat dan Praktis Membaca al-Qur’an”.

Metode ini terdiri dari 2 siri yaitu tartil I dan tartil II.

Tartil I adalah panduan peserta didik mengenal huruf, membaca huruf berbasis satu, sukun, musyaddadah dan tanwin.

Tartil II panduan untuk santri mempelajari mad, ghunnah, waqaf wal ibtida’.

Metode Ummi

Metode ummi muncul pada awal tahun 2011 dimana Ummi foundation memperkenalkan metode ummi beserta sistem dan mutunya (hasunah & jannah 2017).

Strategi yang berbeda membuat metode ummi dikenal dengan metode yang mudah cepat dan berkualitas.

Metode Qiroati

kurikulum TPQ kemenag
ilustrasi pengajar tpq menikmati suasana pantai

Merupakan metode pembelajaran membaca al-Qur’an yang langsung memasukkan tanpa membaca dan mempraktekkan bacaan tartil sesuai dengan kaidah dalam ilmu tajwid.

Ada 2 pokok dasar yang perlu diperhatikan dalam metode ini yaitu;

  1. Membaca alqur’an secara langsung; dan
  2. Membiasakan dalam membaca al-Qur’an dengan tartil sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.

Metode ini pertama disusun pada tahun 1963 dan masih bersifat sederhana. Dari metode ini akhirnya muncul metode membaca al-Qur’an seperti al Barqy, iqro’ tilawati dan sebagainya.

Awal penyusunannya, metode ini terdiri dar 6 jlid, kemudian ada tambahan 1 jilid untuk persiapan (pra) dan 2 buku pelengkap sebagai kelanjutan pelajaran yang sudah dirampungkan yaitu juz 27 beserta gharib musykilat.

Metode Yanbu’a

Merupakan metode yang terdapat didalamnya panduan baca tulis serta menghafal al-Qur’an.

Disusun oleh tim dengan ketua Kiai Haji Ulil Albab Arwani, seorang putra dari ahli Al-Qur’an Kiai Haji M. Arwani Amin.

Dinamakan dengan nama Yanbu’a sesuai dengan nama pesantren Tahfidz al-Qur’an di Kudus yang bernama Yanba’ul Qur’an (sumber al-Qur’an).

Di tahun 2014 metode ini berkembang kemudian disusun berdasarkan tingkat pembelajaran al-Qur’an.

Diawali dari mengetahui, kemudian membaca, kemudian menulis huruf hijaiyah, serta memahami kaidah membaca al-Qur’an yang baik dan benar.

Terdiri dari jilid Pra TK sampai dengan jilid 7.

Selain metode membaca, metode yanbu’a juga mengajarkan cara menulis al-Qur’an dengan penggunaan rasm Utsmani (mushaf yang ditulis pada masa khalifah Utsman bin Affan).

Sedangkan bacaan metode ini menggunakan riwayat imam Abu Hafs, serang ulama Qiraat yang berasal dari kuffah dan perawi Imam ‘Asim

Sumber : MODEL-MODEL PERKEMBANGAN PEMBELAJARAN BTQ DI TPQ/TPA DI INDONESIA oleh Yuanda Kusuma Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia, J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 1 Juli-Desember 2018

Silakan berkomentar

%d blogger menyukai ini: