Saingan Blogger dalam menulis Konten di Internet

persaingan blogger

Analisa tentang siapa saja yang menjadi saingan atau kompetitor para creator content pada blog website baik yang menggunakan wordpress ataupun blogger dalam mengunggah postingan hasil karya pemikiran maupun spionase ide website lain dalam menambah informasi pada blog yang dikelolanya.

Pontren.com – assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, kebanyakan pengunjung blogger yang sudah memiliki pageview diatas seribu setiap harinya pastinya merasakan persaingan dalam berebut posisi di page one halaman google.

Kenapa mesin pencari google?

Karena memang di Indonesia mayoritas pengunjung organik berasal dari mesin pencari milik perusahaan alphabet ini, kemudian baru yahoo bing duckduckgo yandex dan mesin pencari dari antah berantah lainnya.

Gap antara pengunjung organik dari google dengan mesin pencari lainnya sangat jomplang prosentasenya, misalnya blog ini bisa saya katakan bahwa kisaran 70% lebih berasal dari mesin pencari google, sisanya diperebutkan oleh yahoo bing duckduckgo yandex ask dan lain lain.

Bisa dibayangkan tentunya para blogger berlomba untuk bisa menembus halaman pertama di google daripada berpikir untuk mencapai halaman satu pada yahoo atau bing misalnya karena banyaknya visitor dari google.

Dengan persaingan yang keras jutaan blogger di dunia, khususnya di Indonesia yang diperkirakan memiliki blogger kisaran 3 juta lebih maka tak ayal terjadi kompetisi yang ketat dalam perebutan posisi utama pada mesin pencari.

Siapa saja para pesaing blogger ini?

Menurut analisa pribadi, inilah para pesaing blogger dalam membuat konten di dunia internet yang disebut juga dengan dunia maya.

Blogger yang lain

Yang pertama adalah persaingan dengan blogger yang lain, banyaknya pembuat konten di blog ini membuat satu topik bisa dibahas oleh ratusan blogger dimana halaman utama google hanya mampu mengakomodasi beberapa website saja.

Itupun hanya yang berada di nomor satu dua dan tiga yang memiliki pengunjung yang dominan, sedangkan untuk yang duduk di halaman muka tapi berada di posisi keempat dan seterusnya mengalami bagian kue visitor yang jauh lebih kecil dibanding ketiga posisi teratas di mesin pencari.

Model persaingannya pun bisa berupa saling intip dan mencari serta melakukan pencurian konten dimana tulisan yang ramai akan dipantau dan disaingi dengan pembuatan konten yang lebih lengkap dan dianggap mampu menumbangkan dominasinya di halaman muka google.

Banyak tools maupun penyedia jasa pengintai blogger lain ini semisal neilpatel atau ubersuggest dan lain sebagainya, ada banyak tapi saya tidak tahu 😀 sebuah ironi blogger yang kurang mumpuni ilmu seo.

Media Sosial Seperti Twitter Whatsapp Facebook instagram

facebook-are-you-friend-or-foe
facebook, are you friend or foe?

Ini bisa dikatakan sebagai saingan atau sebagai pihak yang mendorong sebuah konten dibaca oleh kalangan manusia.

Diketahui bahwasanya facebook dan whatsapp banyak sekali di akses oleh orang di dunia ini, bahkan saya pribadi harus mengakui bahwa bisa saja dalam sehari saya mengirim ratusan pesan melalui wa dan hanya seminggu sekali menggunakan SMS, jadi setidaknya Whatsapp sudah menumbangkan SMS.

Pada facebook, dengan keberadaan facebook ads menjadikan penulis kreatif yang tidak mengenal blog menuangkan berbagai macam tulisan yang elok untuk dibaca dan enak diselami menjadikan tulisannya pada facebook menjadi pesaing postingan blogger.

Atau instagram dan twitter yang memiliki keunikan dalam gambar dan singkat dalam informasi sehingga adakalanya sudah capek membuat beratus ratus kata bahkan ribuan untuk konten di kalahkan oleh unggahan twitter atau facebook instagram yang tulisannya hanya seuprit. Sakitnya tuh disini.

Aplikasi semisal quora brainly yahoo answer dan semacamnya

Merupakan model konten yang berisi pertanyaan dari pengguna internet dan dijawab pula oleh pemakai internet yang lain dengan pemberian skor nilai atas jawaban yang diberikan.

Meskipun hanya singkat dan adakalanya hanya mencapai 100 kata, akan tetapi aplikasi model beginian sering kali mengalahkan konten yang dibuat panjang mengular, kenapa bisa begitu?

Entahlah, bisa jadi adakalanya orang memang hanya perlu informasi singkat saja, bukan keterangan yang detail, misalnya, berapa ons dalam 1 kilogram? Maka orang tidak memerlukan mencari apa itu definisi dari ons kilo atau cara penggunaannya.

Mereka hanya perlu tahu jawaban berapa ons dalam 1 kilo. Thats it.

Yang bikin terluka adalah pendeknya soal dan jawaban dari model aplikasi seperti ini akan tetapi mampu menguasai halaman pertama pada mesin pencari seperti google yahoo yandex bing ask dan lain sebagainya.

Forum yang memberikan bayaran pada penulisnya

Anda mengenal kompasiana atau kaskus? Saya pernah menggunakan keduanya, dan kedua forum ini memiliki kekuatan yang hebat untuk muncul di halaman google.

Enaknya pengelola model forum ini, jika sudah jadi dan banyak anggotanya, mereka tinggal melakukan sedikit insentif bagi para penulisnya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku serta lolos dari verifikasi dan kurator oleh tenaga mereka.

Kemudian para penulis di forum ini akan menadapatkan iming iming penghasilan dari sejumlah view yang tentunya telah disebutkan dalam syarat dan ketentuan yang berlaku.

Ada satu hal yang membuat saya keki model forum beginian yang mencantumkan bahwa isi konten dan tulisan adalah tanggungan penulis yang mengunggahnya.

Kenapa saya sebal? Apabila dalam publisitas postingan dari para penulis ini melewati sensor atau kurasi pengelola, seharusnya pihak pengelola juga bertanggungjawab, karena merekalah yang meloloskan atau melakukan sensor.

Kenapa apabila terjadi sesuatu mereka lepas tangan? Tokh mereka juga yang meloloskan.

Kalau ingin fair, boleh mencantumkan tulisan sepenuhnya tanggungjawab penulis ya jangan ada penyensornya dong atau yang melakukan verifikasi dan kurasi tulisan. Enak aja.

Portal Berita Nasional Situs Profesional

kompetisi-blogger-dengan-media-nasional
media nasional, musuh utama?

Nah ini dia yang saat ini menjadi musuh berat para blogger, bagaimana tidak? Disaat portal berita ini mengaku sebagai online news, ternyata dalam prakteknya isi konten banyak yang seperti blogger pribadi atau mandiri.

Contoh media besar nasional semisal merdeka, tribun, bola, kompas, liputan6, sindo dan lain sebagainya.

Maksudnya gimana?

Contohnya tribun itu menulis bacaan salat dari a sampai z atau niat solat semua waktu, doa sehari hari, bacaan istilah arab dan lain sebagainya.

Belum lagi baru baru ini saya melihat media bola yang sudah kondang dalam spesifikasi pemberitaan olahraga, ternyata membuat konten tulisan yang berjudul asmaul husna.

Iya asmaul husna 99 Nama Allah, padahal media bola nasional yang sampean tau sendiri kondangnya seperti apa.

Masih banyak lagi semisal sindo yang membuat kanal tentang bacaan lengkap al-Qur’an, siapa pemilik sindo? Ya Harry Tanoe.

Panjang dah daftarnya tentang sapu bersih kata kunci atau keyword yanga ada di google, yang jelas para blogger perlu menyelinap diantara keyword raksasa yang telah dikuasai oleh portal media nasional yang profesional dalam manajemen dan tentunya memiliki insinyur khusus dalam hal SEO.

Sifat Malas dan Mager

Nah yang ini bukan kompetitor dari luar, tapi musuh dari dalam sendiri, yaitu perasaan malas untuk menggerakkan jari jari di keyboard mengetikkan kata demi kata yang terangkai kalimat supaya menjadi konten yang bermutu dan tahan lama di mesin pencari.

Namanya mood ya naik turun, akan tetapi jika berada terlalu lama pada titik nadhir maka blog yang dikelolanya pun akan tergilas oleh blogger lain atau pembuat konten kreatif di media internet.

Malas ini bisa juga dalam hal malas berpikir, malas mencari tema bahan tulisan atau malas menuangkan ide dalam lembaran kanvas postingan.

Saya jadi ingat postingan paman saya entah di FB atau status whatsapp, bahwasanya ide kecil kecil sederhana yang dilaksanakan jauh lebih baik daripada pemikiran besar yang hanya pada tahap wacana tanpa eksekusi melaksanakannya.

Akhirnya dari situlah saya mencoba bertahan menulis hal hal yang sederhana yang bisa saya bagikan kepada para pembaca meskipun itu relatif info yang remeh temeh atau dianggap biasa, akan tetapi saya tetap posting di blog ini.

Membuat Tulisan Bermutu perlu energi dan kegigihan serta kecermatan

Sebenarnya ada juga ide untuk menulis hal yang kompleks dan seandainya terlaksana bisa menjadi tulisan konten yang bermutu.

Berkaca dari pengalaman, ternyata membuat sebuah konten yang bermutu informatif dan menarik memerlukan berbagai macam sumber terpercaya serta riset yang memakan waktu yang tidak singkat.

Akan tetapi jika dilakoni dan dilaksanakan dengan baik tentunya akan memiliki kans yang baik untuk mendatangkan visitor.

Standar tulisan yang baik yaa biasalah di internet yang menurut saya informatif, mudah dicerna, berisi keterangan yang lengkap, kebenaran info yang teruji dan memiliki keterangan lengkap dan panjang akan tetapi isinya padat serta jelas.

Nah itulah opini saya tentang siapa atau apa saja yang menjadi pesaing dalam meraih visitor di internet mengacu kepada apa yang keluar dari pikiran saya malam ini, ada tambahan ide yang lain siapa saingannya?

Monggo sampean share di kolom komentar.

Demikian unek unek yang ada di hati dan kepala malam ini, maturnuwun sudah membaca sampai akhir, wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

loading...

2 Comments on “Saingan Blogger dalam menulis Konten di Internet”

  1. Saya sih setuju banget dengan media berita nasional kita. Semua ladang pencarian blogger disapu bersih dengan media, tidak ada satupun yang tersisa, saya sebagai penulis konten berkualitas aja kalah sama konten-konten sampah yang cuma nyalin tempel atau cuma memenuhi keriteria seo.

    Semoga sih google baik hati mengupdate algoritmanya agar konten-konten berkualitas lebih diangkat daripada konten blog dari media “berita” yang suka “menjilat pantat seo”.

    terima kasih, salam blogger lainnya

    1. amiin.. semoga doa anda segera dikabulkan. ya begitulah disaat yang dihitung adalah visitor dan pageview maka media besar pun sepertinya berprinsip “yang penting ramai pengunjung”. urusan konten melenceng urusan super belakangan.

Silakan berkomentar