Nama Lembaga Salah di EMIS dan cara melakukan perbaikan

Informasi tentang masalah perbedaan nama lembaga yang kebanyakan Taman Pendidikan Al-Qur’an (masuk dalam rumpun Lembaga Pendidikan Al-Qur’an) pada aplikasi online Education Managemen Information System besutan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama.

Pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, sugeng dalu para peng- EMIS (bukan pengemis = tukang minta minta ya) utamanya anda yang rajin melakukan upload data lembaga, tenaga pendidik dan kependidikan serta siswa santri di lembaga pendidikan Islam.

Beberapa hari yang lalu ada email yang masuk serta komentar pada kolom di blog ini yang menanyakan ihwal adanya kesalahan nama lembaga Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di aplikasi online EMIS.

Selanjutnya bertanya bagaimanakah cara mengatasi atau melakukan perbaikan revisi nama yang salah ini supaya benar sesuai dengan yang diinginkan.

Pada hari Jum’at saya bertandang ke Kantor Kementerian Agama guna mengurus sesuatu dan alhamdulillah bersua dengan operator EMIS tingkat Kabupaten yang memegang kendali di Seksi PAKIS (pada Kab/kota lain mungkin bernama seksi PD Pontren).

Akhirnya ngobrol ngobrol dan konsultasi mengenai masalah yang mendera sahabat kita di dunia maya yang kemaren menanyakan problem kesalahan nama lembaganya pada EMIS.

Kemudian dengan agak berat hati dan menarik nafas, pak operator tingkat Kabupaten kemudian menceritakan situasi EMIS beberapa tahun sebelumnya.

Dimana pada kolom nomor statistik dan kolom nama lembaga bisa dilakukan perubahan data menyesuaikan dengan yang diinginkan oleh operator tingkat Kabupaten.

operator emis (ilustrasi)
operator emis (ilustrasi)

Hal ini memudahkan bagi para pengelola TPQ utamanya (karena yang sering laporan salah memang lembaga ini, jarang bagi Madin atau Pondok pesantren terjadi kesalahan nama lembaga) untuk merubah nama sesuai yang diinginkan.

Berita buruknya, saat ini menurut keterangan dari pak operator bahwa kolom emis pada kotak nomor statistik dan nama lembaga telah di blok dari pusat Jakarta, alias tidak dapat dilakukan perubahan data karena adanya kunci dari atas, sehingga para operator kabupaten tidak dapat mengubah seenak udelnya jika ada lembaga yang laporan minta perubahan nama.

Lha kemudian bagaimana jika terjadi nama lembaga yang salah pada aplikasi emis?

Menurut sang empu EMIS ini, yang dapat melakukan perubahan nama atau mengubah data nomor statistik dan nama lembaga adalah team EMIS Jakarta, sehingga jika ada lembaga yang hendak mengubah nama atau lapor kesalahan nama lembaga tidak dapat diubah secepat kilat oleh pihak kabupaten.

Alasannya sebagaimana ditulis diatas bahwa akses merubah nama lembaga dan nomor statistik telah dikunci dari Jakarta.

Tentunya jika memang masuk akal terjadinya kesalahan nama atau perubahan nama yang diinginkan adalah dengan cara melakukan pelaporan ke Operator Emis Kabupaten atau Kota yang selanjutnya diteruskan ke tim EMIS tingkat Provinsi dan dilaporkan ke Tim EMIS tingkat Pusat Jakarta untuk dilakukan perbaikan.

operator EMIS TPQ (ilustrasi)
operator EMIS TPQ (ilustrasi)

Sayangnya birokrasi yang sangat panjang ini (ditengah semangat pemangkasan birokrasi) akan terasa lama sekali turunnya perubahan nama sesuai dengan yang diharapkan.

Apalagi pekerjaan orang Jakarta yang banyak dan bisa dianggap perubahan nama bukan hal yang urgen bagi mereka (team Emis Jakarta) meskipun bagi pemilik lembaga merupakan hal yang penting.

Akan tetapi mensikapi keadaan yang ada, menurut pontren com bahwasanya hal paling rasional dan bijak dilakukan oleh pengelola lembaga yang mengalami kekeliruan nama di aplikasi EMIS adalah melaporkan secara resmi dengan surat kepada Kankemenag bahwa lembaga tersebut terdapat kesalahan penyebutan pada emis.

Yaitu membuat surat yang berisi laporan kesalahan nama lembaga yang pada data EMIS tertulis (misalnya) Al Susiyana, nama yang benar adalah Suciyanti. Misalnya seperti itu.

Jadi demikian informasi mengenai kesalahan nama lembaga pada aplikasi EMIS dan situasi operator Kabupaten yang tidak berkutik untuk melakukan perbaikan data karena pada kolom nomor statistik dan nama lembaga dikunci atau tidak bisa dilakukan edit dari pihak Kabupaten atau Kota.

Semoga segera teratasi kesalahan nama pada lembaga anda dan dapat melakukan entry secara baik dan sesuai dengan fakta, teriring doa semoga lembaga anda termasuk TPQ yang diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan dari dana DIPA Kementerian Agama baik tingkat Kabupaten/kota, Provinsi bahkan Pusat Jakarta. Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

loading...

Silakan berkomentar

%d blogger menyukai ini: