Masjid Besar Kecamatan Ngargoyoso Karanganyar

Mengenang Imam dan Khatib Legendaris Dusun Gadungan Desa Girimulyo

Di era tahun 80, 90 dan tahun 2000 an dimana perangkat hape belum sesemarak di tahun 2020 ini, masjid Besar Baiturrahman Gadungan Desa Girimulyo Kecamatan Ngargoyoso mempunyai Imam dan Khatib yang saat ini masih melekat di ingatan para jamaahnya yang pernah menjadi makmum maupun mendengarkan ceramah dari para imam dan khatib Legendaris ini.

Semoga saja tulisan ini mengingatkan kepada para beliau termasuk jasa jasanya dalam menyampaikan ilmu dan menjadi imam sholat berjamaah khususnya tarawih di bulan ramadan, sekaligus juga membuat kita semua sejenak turut mendoakan beliau beliau ini yang perjuangan dan teladan dalam memakmurkan masjid termasuk sebagai tonggak sejarah peradaban Islam di Dusun Gadungan baik Gadungan Kulon (Kampung) maupun gadungan Etan (Tlukan).

loading...

Suasana tahun 90 an masjid masih bangunan lama, dengan atap seng di cat warna hijau atau sesuai cat waktu itu, masjid dominan dengan warna hijau muda dan mengelilingi bangunan, ada jendela di utara selatan dengan kaca yang bisa dibuka tutup dengan sebuah tuas dan sebuah pintu sebelah utara dekat tempat wudhu yang sederhana.

Mimbarnya terbuat dari tripleks atau bahan lain yang tipis, yang disitu terdapat tulisan BKM (Badan Kesejahteraan Masjid) suatu organisasi semi pemerintah yang saat ini pendanaannya seret karena perubahan regulasi dalam pembayaran biaya nikah.

Penerangan masih temaram dengan mengggunakan listrik 110, saya agak lupa apakah dengan lampu plenton warna kuning atau sudah menggunakan lampu neon. Ada yang ingat?

ilustrasi-tiang-listrik-110
kira kira seperti inilah cagak listrik 110 zaman dahulu

Satu lagi, disaat selesai tarawih dan salaman allahumma sholli alaa muhammad, anak anak maupun remaja pemuda berebut bermain bedug yang seingat saya ada 2 irama khas, sayangnya tidak ada rekaman sebagai kenangan.

Pada perkembangan tahun 2000 an Ada tambahan juga dengan keberadaan musholla ash shofwa mulai dibangun tahun 2000 yang kemudian bertransformasi menjadi masjid dan keberadaan musholla nurul iman dengan letak strategis berada di pinggir jalan Karangpandan Kemuning yang memunculkan tokoh keagamaan di masing masing kepengurusan.

Urusan teknologi penerangan di tahun 2000 tentu lebih maju, lampu lebih terang dan 24 jam tersedia.

Berikut para imam dan khotib legendaris Dusun Gadungan.

Kiai Haji Iskandar

Biasa dalam jadwal tertulis dengan H. Iskandar, merupakan kepala Kantor Urusan Agama yang rumahnya terletak di Nirmala (zaman dahulu saya belum mengenal istilah nirmala). Seingat saya hanya satu orang / 2 orang di dusun Gadungan pada waktu itu yang telah menunaikan ibadah haji, yaitu pak Haji dan Bu Haji Iskandar.

Legenda dari Haji Iskandar adalah bacaan yang termasuk panjang diantara para imam Legendaris di Masjid Baiturrahman sehingga anak anak muda ataupun remaja yang melihat jadwal imam adalah Haji Iskandar biasanya memiliki ide untuk melaksanakan tarawih di tempat lain.

metode-ceramah-pada-majelis-taklim

Lokasi paling lazim yang dipilih adalah desa Potrojalu.

Ada kisah unik dimana saat anak muda melihat jadwal imam khatib adalah Haji Iskandar, maka berbondong bondong mereka mengungsi sholat tarawih di Masjid Dusun Potrojalu.

Ternyata yang dilihat dalam jadwal imam khatib Haji Iskandar adalah jadwal Masjid di Potrojalu yang juga ditempelkan pada masjid Baiturrahman. Sehingga yang keroyo royo ke Potrojalu hendak menghindar malah diimami oleh Imam legendaris ini.

Kiai Arif Darmawan S.Ag.

Beliau memiliki peran yang signifikan dalam bidang pengetahuan keagamaan di lingkungan Dusun Gadungan melalui kuliah subuhnya yang terjadwal rapi dan runut.

Melalui kajian hadits yang shahih serta tematik dan pada akhir ramadan dengan pemilihan tema zakat menjadi ciri khas Kiai Arif Darmawan yang rumahnya beberapa ratus meter dari Masjid Baiturrahman.

Dan di jadwal beliau paling akhir saat kuliah subuh diadakan suatu quiz ataupun lomba yang terbuka untuk umum yang pada saat itu hadir.

Quiz yang dibuat berupa menjawab soal soal berdasarkan materi kuliah subuh selama ramadan yang beliau sampaikan.

Biasanya berisi sajadah (karena saya pernah menang beberapa kali 😀 ) dan mungkin mukena kali ya untuk wanita? Seingat saya ibu Tri Wanti anak dari pak Sastro Sukir juga pernah memenangkan lomba ini.

Bukan hanya hadiah dari bapak Kiai Arif Darmawan, ada juga jamaah yang turut serta memberikan doorprize disaat yang sama kepada jamaah melalui kegiatan perlombaan ini, misalnya Bapak Sarwono dengan berbagai peralatan rumah tangga dan sebagainya.

Urusan menjadi imam, kefasihan dari Kiai Arif Darmawan masuk dalam kategori top dari segi pengucapan huruf maupun panjang pendek mad dalam hukum tajwid.

Bagaimana pendapat kebanyakan tentang lama atau cepat beliau mengimami? Kebanyakan mempunyai argumen tidak cepat tidak pula lama.

arah-kiblat-masjid

salah satu hal yang masih saya ingat adalah kepemilikan beliau dalam hal kompas penunjuk arah yang sudah ada rumusan atau tanda sebagai arah kiblat, suatu hal yang sangat jarang diperhatikan oleh jamaah ataupun takmir kala itu.

Kiai Atmo Sugito

Saat akhir akhir biasa dipanggil dengan mbah Gito, imam tarawih dan khatib sekaligus pengisi kuliah subuh yang juga memiliki darah kesenian yang kental, selain pintar dalam membuat orang orang tersenyum, beliau juga ahli bermain alat musik.

Bahagianya anak anak kala itu jika mengetahui yang menjadi imam adalah pak Kiai Atmo Sugito, karena anak anak dan remaja merasa solat tarawih menjadi tidak terlalu lama dalam berdiri.

majelis-masyayikh-pondok-pesantren

Selain itu hal yang melegenda dalam diri Kiai Atmo Sugito yaitu bagaimana menyampaikan materi kajian secara ringan dan bersangkutan dalam kehidupan sehari hari dengan banyak selingan yang bisa membuat tertawa, suatu ciri khas yang melekat pada beliau.

Yang paling lumrah dari beliau sampaikan yaitu tentang surat al fatihah dari ayat 1 sampai dengan selesai yang penyampaiannya pada saat kuliah subuh.

Kiai Sujarwo

Tempat tinggal beliau di Sepranten, akan tetapi berasal dari dusun Girimulyo yang banyak sanak family di dusun ini, selain itu masa kecilnya yang beribadah di masjid Baiturrahman dan lokasi rumahnya terjangkau membuat beberapa kali didapuk menjadi imam dan khatib tarawih di masjid Baiturrahman.

syajaah-artinya-adalah

Beliau memiliki suara yang lantang dan jelas, memiliki karakter mloto alias dapat membuat jamaah tersenyum bahkan tertawa dengan uraian isian saat kultum tarawih. Seingat saya Kiai Jarwo ini cenderung menjadi khatib saat tarawih dibandingkan kuliah subuh (untuk masjid baiturrahman Gadungan).

Kiai Suwarno Masjid Ash Shofwa

Di tahun 2000 jamaah Islam RW 13 membangun sebuah musholla yang akhirnya bernama ash Shofwa, kemudian berubah menjadi masjid ash Shofwa, di komandani oleh imam Kiai Suwarno yang memiliki rumah 1 kompleks atau satu pekarangan dengan masjid yang berada di tengah perkampungan warga.

arti-inna-ma'al-usri-yusro

Yang menjadi salut saya adalah tekad yang kuat dan semangat tinggi beliau dalam menghafalkan ayat ayat al Qur’an sehingga di usia yang tidak dikatakan muda kala itu berhasil menambah banyak hafalan ayat ayat alquran.

Kiai Sugino Murdopo

Berselang beberapa tahun keberadaan musholla ash Shofwa, berdiri pula musholla nurul Iman, disitu para musafir dapat melaksanakan sholat wajib karena letaknya gampang dilihat baik dari timur atau barat.

Letaknya yang berbatasan dengan RT 3 tempat tinggal kiai Sugino Murdopo membuat beliau kebanyakan melaksanakan tarawih dan salat subuh disini, pengecualian jika ada jadwal di tempat lain.

attohuru-syatrul-iman

Beliau mempunyai keahlian suara yang jelas dan mudah dipahami para jamaah jika menyampaikan materi, juga disertai dengan humor elegan berkelas.

Selain bertindak sebagai khatib, beliau juga menjadi salah satu imam tetap di musholla nurul Iman. Meskipun sudah melewati usia muda, tampak sekali usaha peningkatan dan perbaikan beliau dalam menghafal ayat ayat dan surat dalam alquran.

Alasan menyematkan Kiai

Saya menyebut kesemuanya dengan Kiai meskipun sepanjang yang saya tahu tidak pernah selama hidup para imam masjid ini disebut dengan Kiai ataupun dalam tata persuratan.

akan tetapi mengingat jasa jasa para pendahulu ini saya rasa pas dan tepat jika para legenda imam dan khotib ini disematkan Kiai karena peran dan kontribusinya dalam mengajak kepada kebaikan.

lha si A si B si C mempunyai aib atau tindakan yang salah, masa tetap disebut kiai? bagi saya semuanya pasti ada kesalahan dan kekhilafan, semga kita mampu berbesar hati memaafkan jika kesalahan itu melukai kita. tapi saya yakin kita juga mempunyai kesalahan kepada beliau beliau ini minimal ngrasani atau bicara tidak baik dibelakang para Kiai ini.

Jadi saya pribadi tidak menutup mata kalau para Kiai ini pernah melakukan kesalahan akan tetapi saya pribadi tidak tertarik untuk mengingatnya.

Makmum Legendaris Masjid Besar Baiturrahman Gadungan

Itulah para legenda para imam dan khatib yang membagikan ilmu serta menjadi imam kita baik di masjid baiturrahman maupun mushola ash Shofwa ataupun nurul Iman, semoga diampuni segala salah dan khilaf para beliau dan diterima segala amal baiknya. Kita semuanya yang telah mendapat tausiah dari para beliau (entah paham ataupun tidak paham yang disampaikan) menjadi saksi tentang kiprah para beliau ini.

Ada tambahan, selain imam dan khatib yang melegenda, terdapat pula makmum dan jamaah masjid baiturrahman yang sangat melegenda bagi yang mengalaminya, ada 2 legenda makmum di masjid ini yaitu seorang laki – laki yang bernama Wagiman, dan satu lagi seorang wanita sudah sepuh yang tinggal di KUA biasa dipanggil dengan bu Ndoro.

Jadi sedih juga mengingatnya, demikian, wilujeng sonten, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Silakan berkomentar

%d blogger menyukai ini: