kritik-wali-santri

Kata Mutiara Menjaga Lidah Mahfudzot Jaga Lisan

Mahfudzot tentang lisan. Lidah merupakan salah satu indra perasa yang berfungsi untuk mengecap rasa utamanya makanan entah rasa manis pahit asam asin dan rasa yang lain. Lidah mempunyai arti lain yang disebut lisan, secara fungsi lidah lebih pada penekanan tentang fungsi anatomi tubuh untuk mengeluarkan suara mengucapkan kata.

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, salah satu fungsi dari lisan adalah sebagai alat untuk mengeluarkan suara, dengan fungsi suara ini dalam pengertian manusia adalah hayawaanun naatiqun atau hewan yang berbicara.

loading...

Yaitu salah satu perbedaan antara hewan dan manusia adalah kemampuan manusia berkomunikasi dengan sesama menggunakan bahasa melalui lisan dengan cara percakapan.

Selain manfaat dalam kemudaan dalam berkomunikasi, ternyata lisan atau lidah yang membuat manusia memiliki kemampuan berbicara adalah dampak buruk yang dihasilkannya.

Dampak buruk atau madharat yang ditimbulkan oleh lidah karena tidak menjaga lidah dalam ucapan dan juga terpelesetnya lisan entah karena tidak sengaja atau kecerobohan karena tidak memperhatikan yang diucapkannya.

Ada beberapa untaian kata mutiara bijak quote dalam bahasa arab yang disebut dengan mahfudzot tentang lisan, utamanya tentang perlunya menjaga lisan dan bahaya lidah yang terpeleset salah ucap.

Bahkan juga kehebatan kata kata yang dapat melebihi tajamnya pedang atau menembus sesuatu yang tidak tertembus oleh jarum.

Berikut mahfudzot tentang lisan dilengkapi dengan arti dalam bahasa Indonesia dan tulisan latin beserta arab lengkap dengan harakat syakal guna kemudahan dalam membaca dan mengartikan dilanjut pemahaman maksud dari mahfudzot dimaksud.

مَنْ عَذُبَ لِسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ

Man ‘adzuba lisaanuhu katsuro ikhwaanuhu
Barang siapa yang manis tutur katanya banyak sahabatnya

Salah satu adab yang baik adalah bertutur kata yang manis dan baik menjauhi omongan yang dapat menyakiti hati baik berupa hinaan atau merendahkan orang lain.

Dengan menjaga lidah dengan perkataan yang baik dan manis tentunya akan menjadikan seseorang mempunyai banyak sahabat karena kenyamanan berteman dengannya.

سَلَامَةُ الْإِنْسَانِ فِيْ حِفْظِ اللِّسَانِ

Salamatul insani fii hifdzil lisaani
Keselamatan manusia itu terdapat dalam penjagaan lidahnya (perkataannya)

Seseorang yang mampu mengendalikan perkataannya akan lebih terjaga keselamatan daripada orang yang banyak omong tanpa kontrol apa yang diobrolkan.

ilustrasi wali santri TPQ
jaga lisan

Apalagi bagi orang orang yang banyak menyimpan rahasia besar maka dengan menjaga lidah / lisan yang baik tentu akan menjadikan keselamatan orang banyak lebih terjaga.

عَثْرَةُ القَدَمِ اَسْلَمُ مِنْ عَثْرَةِ اللِّسَانِ

‘asyrotul qodami aslamu min asyrotil lisaaani
Terpelesetnya kaki lebih aman dari terpelesetnya lidah.

Kadangkala kaki tersandung batu membuat badan jatuh dan luka entah pada kaki maupun lutut, bisa juga jatuhnya seseorang karena terpeleset karena permukaan lantai yang licin karena basah atau bebatuan yang diatasnya terdapat lumut.

Akan tetapi dampak dari terpelesetnya lidah ini masih mendingan daripada bahaya yang ditimbulkan karena lisan atau lidah yang terpeleset.

Terpelesetnya lidah dapat menimbulkan percekcokan berkepanjangan antar 2 orang atau bahkan kelompok yang akhirnya bisa berimbas kepada banyak hal seperti permusuhan turun temurun dan dendam yang tidak berkesudahan.

Dalam mahfudzot lain tentang kaki dan lisan yang terpeleset dapat membunuh seorang pemuda. Ungapan tersebut sebagaimana dibawah ini;

يَمُوْتُ الفَتَى مِنْ عَثْرَةٍ بِلِسَانِهِ
وَلَيْسَ يَمُوْتُ المَرْءُ مِنْ عَثْرَةِ الرِجْلِ

Yamuutul fataa min ‘asyrotin bilisaanihi
Wa laisa yamuutul mar’u min asyrotir rojuli.

Pemuda itu bisa mati karena terpeleset lidahnya
Namun tidaklah ia mati karena terpeleset kakinya

اَلْكَلاَمُ يَنْفُذُ مَا لَا تَنْفُذُهُ الإِبَرُ

Al kalaamu yanfudzu maa laa tanfudzul ibaru
Perkataan itu menembus apa yang tak ditembus oleh jarum.

Suara itu dapat melewati berbagai hal yang tidak mampu ditembus oleh benda, misalnya suara dapat melewati tembok dan didengarkan oleh orang sebelahnya.

Atau juga perkataan mampu menembus hati seseorang baik menjadikan orang tersebut terharu trenyuh atau malu marah dan sedih meskipun jarum tidak bisa mencapai hati seseorang, akan tetapi perkataan bisa.

Dengan begitu lidah dapat berubah menjadi sesuatu yang paling tajam dalam melewati batas ruang maupun waktu. Dapat pula menjadi penyejuk dan membuat suasana indah jika dipergunakan dengan baik.

مَنْ قَلَّ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيْقُهُ

Man qoola shidquhu qolla shodikuhu
Barang siapa yang sedikit kejujurannya, sedikit pulalah temannya

Salah satu hubungan kejujuran dengan lisan adalah adanya kesamaan antara apa yang diucapkan dengan perbuatan atau berita yang dia gambarkan melalui lidahnya.

Dengan seseorang yang terbiasa menyampaikan sesuatu berbeda dengan kenyataan ataupun berbuat yang berbeda dengan apa yang dikatakannya akan membuat dia dijauhi oleh teman bahkan manusia pada umumnya.

Hal ini karena kejujuran yang ada padanya sangat sedikit dan juga dia tidak menyamakan lisan dengan kenyataan yang ada.

Demikianlah petuah bijak kata mutiara dalam menjaga lisan dan penggunaannya dimana resiko kesalahan lidah entah karena penjagaan yang kurang atau keseleo lidah memiliki tingkat bahaya yang sangat tinggi, bahkan dalam mahfudzot tentang lisan dapat menyebabkan matinya seorang pemuda.

Wilujeng sonten, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Silakan berkomentar

%d blogger menyukai ini: