Rencana FKDT Temanggung di Usia Sewindu Majukan Madin berbasis Kitab Kuning

Sekretaris FKDT

Wawancara secara virtual dengan Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (Sekjen FKDT) Kabupaten Temanggung Hj. Wakhidah Solikah, SH.I, M.Pd. tentang harapan dan rencana kedepan FKDT untuk Madrasah Diniyah Takmiliyah di Wilayah Kabupaten Temanggung.

Pontren.com – sebenarnya judulnya bisa lebih panjang lagi karena masih ada satu yang belum tertulis mengenai peningkatan kualitas administrasi lembaga lewat pendampingan dalam melegalkan lembaga melalui akta notaris baik yayasan maupun kelompok yang ada SK menkumham nya.

Orang bijak mengatakan bahwa gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan, satu langkah dilewati oleh FKDT temanggung yang membuat perencanaan apik terstruktur dan komprehensif dalam memajukan lembaga yang dibawahinya.

Sebagaimana penuturan sang sekjend bahwasanya dalam usia sewindu FKDT Temanggung khususnya memiliki planning dalam hal pendidikan dan tata kelola administasi yang baik.

Mengadakan Pengurusan SK Menkumham Terhada 40 Lembaga Madrasah Diniyah di Temanggung

DPC-FKDT-Temanggung
Kegiatan DPC FKDT Kab. Temanggung

Bidang tata kelola dan administrasi yang baik ini salah satunya dengan perencanaan pendampingan dalam pembuatan SK Mengkumham 40 lembaga Madrasah Diniyah Takmiliyah.

Keberadaan SK Kemenkumham ini menjadikan atau memaksa lembaga menjadi memiliki AD ART yang jelas yang tentu sangat bermanfaat dalam pengelolaan lembaga selama dilaksanakan dengan baik.

Juga mampu mencegah perpecahan antar pengurus karena tentu sudah tercantum dalam ad art mengenai ketentuan pergantian pengurus serta urusan lain yang menyangkut lembaga.

Dengan keberadaan badan hukum menjadikan posisi lembaga memiliki legal formal dan pengakuan sebagai lembaga pendidikan Islam nonformal.

Manfaat yang lain adalah pemerintah dapat menyalurkan bantuan tanpa menyalahi prosedur karena saat ini hibah atau dana bantuan lain yang berasal dari pemerintah hanya bisa dicairkan bagi lembaga yang memiliki SK Kemenkumham.

Pendampingan penyiapan syarat pengajuan SK, pendanaan yang mencapai jutaan untuk satu lembaga.

Perlunya usaha kolektif para pemangku kebijakan dan pelaksana supaya rencana yang indah ini berakhir dengan bahagia.

Analisa Problem Pembuatan SK Kemenkumham untuk Lembaga Madin

pengurus-fkdt-temanggung
Pengurus FKDT Temanggung

Yang namanya kendala pasti ada, mestinya akan lebih bijak jika dilakukan analisa guna mengantisipasi hal yang sekiranya nanti menjadi penghambat kelancaran rencana yang telah digariskan.

Urusan SK Kemenkumham inti persoalan ada 2 yaitu finansial dan semangat.

Tidak semua lembaga berminat menyisihkan keuangan untuk mengurus SK Kemenkumham atau berminat mengurus tapi tidak ada dana.

Diurai dari dana pembuatannya yang mencapai jutaan, tentu ada madin yang memandang ini adalah biaya yang relatif mahal apalagi jika dibandingkan dengan bisyarah para pengajarnya (mungkin malah ada pengajar yang gratisan? Semoga Allah Merahmati dan Memberahi).

Pengumpulan dana guna pembuatan SK ini dapat melalui uang sukarela dari santri dengan cara membuat edaran atau uang pangkal saat awal masuk. Akan tetapi bagi lembaga yang masih diurus alakadarnya akan lama pengumpulannya.

Bisa juga berkomunikasi dengan DMI atau takmir masjid tentang kebergunaan SK Kemenkumham yang diantaranya sebagai akses salah satu syarat pencairan dana hibah dari pemerintah (sepertinya masih banyak lembaga madrasah diniyah yang diabaikan oleh takmir masjid meskipun KBM nya berada di lingkungan masjid).

Atau berkomunikasi dengan pengusaha tokoh kaya yang memiliki perhatian sangat baik terhadap pendidikan Islam sehingga pelaksanaan pembuatan SK Kemenkumham ini dapat disangga secara kolektif oleh para borjuis juragan mbako maupun bos bos pada masing masing profesi.

Selanjutnya kepengurusan SK ini memerlukan ketlatenan dari mulai pengumpulan KTP maupun persyaratan lainnya, lembaga yang kurang berminat mengurusinya pastinya lemot dan seret jika dikonfirmasi tentang perkembangan persyaratan yang diminta oleh notaris.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengurus FKDT dalam melakukan pendekatan terhadap pengasuh madin dimaksud.

Pada tingkatan paling parah adalah lembaga tidak peduli dengan keberadaan administrasi karena menganggap bahwa kegiatan madrasah diniyah yang diasuhnya hanya fokus kepada Pembelajaran dan tidak merasa perlu dengan keberadaan administrasi yang kadang dirasa hanya memberatkan, contoh diuber uber data EMIS yang wow dalam entry atau setiap semester dimintai data.

Pemberlakuan Pembelajaran Kitab Kuning

santri belajar di kelas
santri belajar di kelas

Kedepan FKDT Kabupaten Temanggung memiliki rencana supaya kegiatan pembelajaran pada lembaga Madrasah Diniyah Takmiliyah dengan menggunakan kitab Kuning.

Hal ini bisa dikatakan angan yang tinggi juga dapat pula disebut rencana yang realistis. Tergantung darimana memandang dan bagaimana gerak untuk mengejawantahkannya.

Tentunya tidak semua orang dapat belajar di pondok pesantren dengan berbagai alasan, keberadaan madin yang memberikan pembelajaran dengan basis kitab kuning mampu memberikan alternatif bagi orang yang tidak belajar di pesantren tapi memiliki keinginan memiliki kemampuan membacanya.

Dan sangat diyakini orang tua akan mendukung dengan sangat program ini jika memang ada gerakan nyata menuju kearah sana.

Urusan kitab tentunya menyesuaikan dengan umumnya pembelajaran bagi santri yang seumuran, bagi murid murid kelas awal akan dikenalkan dengan kitab yang praktis dan sederhana dalam pembahasan serta pembelajaran. Kitab yang sederhana juga membantu guru yang mengajar apabila belum terlalu mahir 😀 .

Setidaknya dalam pengejawantahan rencana pendidikan madin berbasis kitab kuning ini (IMHO) FKDT Kabupaten temanggung telah memikirkan beberapa poin penting yaitu;

Persiapan bahan untuk pelajaran (kitab yang direkomendasikan)
Penguatan kemampuan guru ustadz pengajar
Kesiapan tim pembuat ujian semester maupun munaqosyah
Standarisasi penilaian

Untuk rekomendasi kitab bukan hal yang sulit, tinggal memilih kitab yang sesuai dengan kondisi pada umumnya situasi di Temanggung.

PPTI-Al-Falah-Salatiga
kunjungan ke salah satu pondok pesantren terbaik di Indonesia

Tantangan awal program ini adalah ketersediaan pengajar yang mampu untuk mengajarkan kitab kuning kepada santri dengan menggunakan kitab klasik ini, sebaran yang tidak merata menjadi hambatan tersendiri.

Bisa jadi ada ahli yang membaca kitab akan tetapi kurang waktu untuk menjadi pengajar tetap pada madin, bagi madin yang berada di pesantren atau setidaknya berada dekat dengan pesantren memiliki solusi praktis dengan cara minta bantuan santri senior sebagai pengajarnya.

Untuk yang jauh dan belum tersentuh ahli bahasa tentu menjadi Pe eR tersendiri.

Madin yang baik tentu memiliki agenda ujian semester maupun pembagian raport yang rutin.

Tidak semua guru yang pintar mengajar juga memiliki kemampuan membuat soal ujian, atau memiliki kemampuan membuat soal tapi memiliki hambatan kemalasan dan males.

Antisipasinya tentu dari pihak FKDT akan menyediakan master soal yang mengacu kepada standar pembelajaran yang dibuat guna kelancaran dalam pelaksanaan ujian. Lebih kerennya disebut dengan ujian bersama madrasah diniyah takmiliyah se Kabupaten Temanggung (bersama waktunya).

Selesai dengan tim yang bertanggungjawab pengadaan soal ujian semester secara rutin, masih ada 1 hal lagi untuk dipersiapkan yaitu standarisasi penilaian utamanya munaqosyah penentuan kelulusan santri selesai dalam suatu jenjang pendidikan madin.

Untuk urusan format raport maupun ijazah tentulah bukan hal yang memusingkan, dari pihak Kemenag RI Jakarta telah dibuatkan panduan atau contoh raport secara detail dan lengkap bagi santri Madrasah Diniyah Takmiliyah.

Begitulah sekilas wawancara dengan Sekjen FKDT Kabupaten Temanggung serta analisa pribadi apa saja yang nanti akan menjadi kendala dalam perjalanan merealisasikan rencana FKDT di usia sewindu ini.

Terima kasih mbak ida yang imut imut baik hati dan tidak sombong atas wawancaranya, semoga bisa melakukan reportase di lain waktu.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

loading...

Silakan berkomentar