Macam Ragam Simbol Makna Huruf arab Gundul I’rab Kitab Kuning ala Pesantren

Informasi tentang rumusan dalam member makna pada kitab kuning huruf arab pegon yang banyak dipergunakan santri pondok pesantren dalam rumusan bacaan nahwu atau tata bahasa Arab.

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, selamat pagi para santri yang sedang menimba ilmu cara membaca tulisan pegon alias arab gundul baik di pesantren atau dirumah, atau mungkin santri kalong? Atau murid di madrasah Diniyah?

Tidak penting anda berasal dari mana yang penting semangat belajar dan mencari ilmu tetap terjaga dan on fire pokoke.

Untuk memudahkan para santri beginner atau masih awal mula dan awam tentang kitab kuning, kami sampaikan tentang rumusan untuk memaknai makna arab gundul (tidak ada harakatnya, alias hanya huruf dan titik) pegon pada kitab kuning sebagai penunjuk posisi kata dimaksud dalam ilmu nahwu tata bahasa arab.

Singkatnya penggunaan rumusan ini menjelaskan kedudukan I’rabnya dengan penggunaan huruf abjad arab alias huruf hijaiyah Arab.

Rumus Huruf Arab Pegon Kitab Kuning

Tanpa basa basi, berikut rumusan I’rab makna atau kata dalam huruf arab pegon pada kitab kuning arab gundul bagi yang mencarinya guna memudahkan pendalaman bahasa arab.

Dalam rumusan ini kami sebutkan apa I’rabnya, kemudian status kata, simbul huruf hijaiyah arab beserta arti dalam bahasa Jawa.

Berikut dibawah ini rumusan kata dimaksud.

Arti SimbolStatus Kata I’rob
Utawi مSubyek Kalimat Nominal (Ismiyah) Mubtada’
Iku خPredikat Kalimat Nominal (Ismiyah) Khobar
Opo فSubyek kal. Aktif (benda) Fa’il
Sopo فاSubyek kal. Aktif (manusia) Fa’il
Ing مفObyek Maf’ul Bih
Opo, Sopo نفSubyek kalimat pasif Naibul Fa’il
Hale حاKata keadaan Hal
Apane تمKata keterangan Tamyiz
Moko جKata jawab Jawab Syartiyah
Kerono عKarena Ta’lil
Kelawan مطSecara Maf’ul Mutlak
Kang صKata sifat Sifat, Na’at
Ingdalem ظKeterangan tempat Dzaraf
Senajan غWalaupun Ghayah
Nyatane باMenjelaskan kal. sebelumnya Bayan
Jalaran سDisebabkan Sababiyah
Kelakuan ش Sya’n

Penutup

Demikian informasi bagi kalangan santri pondok salaf utamanya yang berafiliasi dengan NU (Nahdlatul Ulama) yang belum lama mondok dan sungkan bertanya kepada santri senior apalagi lurah pondok.

Seperti diketahui dengan simbol makna Kitab Kuning ala pesantren ini akan menjadi akselerasi pembelajaran yang bagus bagi santri yang mau menyimak pengajian kiai baik metode sorogan atau bandongan dan mengulang kembali di Kobong atau kamar santri.

Metode ini juga disebut dengan MGT alias Metode Terjemah gandul yang dalam bahasa Inggris disebut dengan hanging translation method”, sedangkan dalam istilah secara arab dikatakan sebagai “Thoriqoh At-Tarjamah Al-Wazhifiyyah Al-Mu’jamiyyah Al-Mu’allaqoh”.

Karena banyaknya mubtada dan khobar dalam kitab kuning sehingga kata utawi dan iki iku sering terucap dari pengajar baik kiai maupun badal. Sehingga ada juga yang menyebut dengan metode utawi iki iku.

Demikian informasi mengenai rumus I’rab arab pegon, semoga semakin lancar dan ahli dalam member makna atau memaknai kitan dan fasih berbahasa arab baik lisan dan tulisan.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Ibnu Singorejo

Postingan baru : Kami usahakan Jadwal hari Senin dan Jumat akan ada tambahan postingan artikel baru. Terima kasih sudah menyimak. saran dan kritik serta sumbangan artikel kami tunggu. contact info : cspontren@yahoo.com twitter : PontrenDotCom FB : Gadung Giri

Silakan berkomentar

%d blogger menyukai ini: