ujian daring

Blog Gue Jarang yang Koment, ada apa gerangan

Sudah 4 tahun piara blog ini semenjak bulan Januari Tahun 2016, relatif termasuk lama juga ngopeni website yang sederhana ini.

Selama mengarungi lautan kata dan postingan mengalami pasang surut semangat buat konten dan masalah blog terhajar tidak bisa diakses pernah dirasakan.

loading...

Resiko blogger amatir yang bikin self hosting, akhirnya rasa penasaran kalah ama rasa ngeri salah utak atik blog yang malah berakibat tidak bisa dibuka.

Oh iya, sudah bertahun tahun saya ikutan di grup whatsapp yang bernama obrolin. Suatu wadah untuk para blogger ber apa saja. Saat ini grupnya sedang istirahat hibernasi beberapa saat.

Padahal dahulu dimasa rame dalam satu hari bisa ratusan bahkan diatas seribu notifikasi pesan yang masuk jika tidak buka seharian.

Entah sekarang beberapa minggu grupnya kosong melompong tiada aktivitas, apalagi blog obrolin.wordpress.com kayaknya sudah lama tiada postingan baru.

Jangankan mau nyumbang artikel, lha kadangkala mau nulis nambah konten di blog sendiri saja malasnya naudzublillah.

Oh iya, kalau saya lihat blog nya rekan rekan tuh di kolom komentarnya pada ramai bersahut sahutan sehingga nampak jelas keberadaan pengunjungnya.

Sesekali saya numpang ninggalin jejak jika ada artikel yang menurut saya menarik untuk dikomentari.

Setidaknya setiap postingan baru yang dibuat oleh blogger obrolin ada puluhan blogger lain yang memberikan tanggapan baik berupa pertanyaan, kalimat lucu, rayuan gombal dan sebagainya.

Bahkan yang lebih keren, yang lebih ramai daripada komentar di facebook. Panjang mengular sampai bawah, BISA JADI lebih panjang dari artikel yang dibuat. (Akumulasi komentar).

Abis itu saya liat blog yang saya elus elus tiap hari, rasanya seperti bantuin ibu ngiris iris berambang (bawang merah), mbrebes mili saya memandangi kolom komentar yang sepi nyenyet seperti jalan tol yang belum boleh dilewati.

Mencoba menganalisa blog sepi Komentar

Evaluasi diri merupakan pilihan terbaik yang menurut saya untuk diambil. Kenapa dan why ngopo ada apa dengan blog gue koq sepi nyenyet?

Akhirnya saya menarik simpul kenapa blog yang saya kelola ini minim komentator dan tanggapan dari warganet +62.

Jarang, Blog walking meskipun aktif sebagai silent reader

Tak pikir pikir memang saya sendiri yang sangat jarang berperan aktif untuk komentar di kolom yang disediakan oleh para bloggger.

Jadi ingat lagunya scorpion, grup band kawakan slow rock asal jerman yang memiliki kalimat dalam lagunya “WHAT YOU GIVE YOU GET BACK”.

Ya karena saya juga jarang berkomentar jadi ya harap maklum jika wordpress saya jadi sepi tanggapan dari handai taulan yang cantik manis dan ganteng tampan di arena dunia maya.

Bukan Tulisan yang menarik untuk dikomentari baik dari segi konten atau cara penyajian

Suatu hari saat mengunjungi rumah teman di daerah Boyolali, saya ngobrol dengan rekan saya yang merupakan lulusan terbaik mahasiswa Fakultas syari’ah di masa tahun dia lulus.

Dia bekerja di percetakan entah bagian editor atau apalah saya kurang paham.

Yang jelas dia memberikan komentar secara tulisan masih acakadut dan perlu banyak peningkatan sana sini utamanya dalam cara penulisan yang baik (bukan EYD, lebih ke cara penyampaian konten).

Bagaimana mau dikomentari kalau bahasanya kurang bagus dan konten yang dibuat juga susah dikomentari (pembaca bingung mau komentar apa).

Termasuk pemilihan tema konten saya rasa juga berpengaruh terhadap datangnya komentar yang hendak memberikan tanggapan.

Blog Top Domain Level agak ribet untuk dikomentari

Berkaca dari website yang dikelola oleh mas ainur irawan yaitu penadiri.com, bahwasanya postingan dari blog self hosting sepertinya tidak bisa dikomentari secara langsung, sehingga perlu klik artikel yang diunggah supaya bisa membuat peninggalan jejak di blog.

Kata salah satu situs yang membuat komentar unik tentang meninggalkan jejak pada internet.

Sudah tau apa itu?

Orang bijak tinggalkan jejak (pada kolom komentar).

Jumlah followers sedikit, banyak yang sudah tidak aktif

Biasa dalam dunia wordpress terdapat acara follow maupun folback.

Selama 4 tahun saya hanya menghasilkan kisaran dari 80 followers baik via wordpress atau melalui email.

Dari sedikitnya followers ini juga berdampak sedikitnya pembaca yang mengetahui adanya postingan baru.

Kenapa merasa sedikit? Jika anda mengetahui jumlah followers jalanmembara.wordpress. dan penadiri.com yang sudah melewati limit 1000 followers, tentunya jumlah pengikut hanya 80 orang merupakan jumlah yang sangat sedikit sekali.

Tau sendiri berapa jomplangnya khan antara jumlah pengikut penadiri atau jalanmembara, jumlah followers saya 80 dan dibandingkan kan jumlah follows sangatlah jomplang.

Gampang saja kalkulasinya, 1000 follows dibandingkan dengan kurang dari jumlah 80 followers.

Dengan follows lebih dari 1000 dibanding punya blog ini yakni 80 pengikut adalah hal Berat juga khan? Tidak ada 10% dari jumlah yang dimiliki kedua blog ini.

Bukan postingan yang “commentable”

Dari berbagai tulisan baik itu adaptasi atau reportase, banyak yang saya baca itu bukan model post yang commentable baik dari segi kontent ataupun geografis.

Maksudnya banyak tema yang memang merupakan hal yang sudah banyak diketahui publik semisal tulisan istirja, huruf hijaiyah, atau artikel yang sifatnya terlalu lokal semisal kuliner di Karanganyar.

Terlalu sering buat posting

Bisa juga karena postingan saya relatif ada atau lebih dari 7 artikel setiap minggunya membuat intensitas postingan menjadi termasuk padat mengganggu bagi seseorang. Jadi bukannya komen yang digapai tapi malah omelan seseorang yang tak terdeteksi karena gangguan notifikasi.

Tapi ada juga blog yang sehari posting tiap hari beberapa artikel tapi yang komen yuh wow banyaknya masyaAllah. Misal blog iwanbanaran.com atau facebook hehehe.

Kesimpulan

Saya merasa perlu meningkatkan blog walking dengan komentar yang agak panjang dan bukan hanya asal nulis dikolom komentar, tapi relevan dengan posting yang saya komentari.

Ternyata meraih follows bukan hal yang semudah membalikkan tangan, dalam empat tahun hanya kurang dari 80 follows yang bisa saya gapai.

Perlu belajar membuat kontent yang menarik dan keahlian mengelola kalimat agar postingan lebih meningkat dan meraih visitor yang loyal dengan kualitas penyusunan kata yang mudah dibaca dan perlu. Halah emang koran tempo hehehe…

Gitu aja deh yang ada di kepala saya malam pagi ini. Sugeng enjang, selamat makaryo. Causan

4 pemikiran pada “Blog Gue Jarang yang Koment, ada apa gerangan”

  1. bener. banyak setuju nih. apalagi self host yang harus β€œklik dulu cuy” baru keluar tulisannya. nggak auto kayak punya wp.com. belum lagi semisal ada iklannya kayak blog saya. mungkin pembaca ada males-malesnya. hahahha.

    tapi lain lagi kalau sumber trafik dari mesin pencari. mereka bakalan males nyantumin email atau nggak paham cara komen. tapi ada bagusnya lho nggak banyak komen, pikiran positifnya semua info di blog bisa diserap dengan baik.

    pengalaman aja, 10000 klik di tulisan bisa yg komen cuma 20. itu pun 10nya komen diri sendiri.

    untuk pengikut di wp. memang banyak yang nggak aktif sih. jangan-jangan wp sudah mulai ditinggalkan. waaahhh

    Balas
    • Eeehhh punya si cantik ada iklannya…. Ditunggu es krimnya nih nanti kalau sudah di kasih transferan ama penyedia iklannn…. Ya ya ya…. Positip positip positip.. Info di blog terserap baik… Tq tq.

      Balas
    • bener kata mbak momo.
      kebanyakan sih emmang susah untuk coment. eh bisa sih coment langsung cuma gak pake baca, wkwkwkw
      tapi sepertinya memang blogwalking dan sering koment adalah jalan pintas agar bisa dikomenin balik, begitu sih etika di perblogerran.
      namun balik lagi perihal konten, kalau kontennya lebih banyak ke segi informasi, religi serta ada kata sponsor, biasanya akan susah di komentarin
      yang banyak sih tentang konten curhatan, kemudian konten curhat yang dibuat dengan dengan inovasi kreatif dan inovatif sehingga membuat pembaca jadi ingin koment.
      misalnya menyebarkan berita hoax atau membuat judul super klikbait, pasti banyak warganet +62 akan komentar.
      dan komentarnya seperti “makan bang”, mati aja loh bang, dan sebagainya. hihihihih
      sekian dan terima gaji lagi #eh

      Balas
      • Walah. Urusan buat judul klik superbait aye mah kagak ada bisa bisanyaaaa… Judul lempeng lempeng aja to the point.

        Sekian dan terima gaji lagi?? Halahhh kayake masih bulan maret om… Nunggu masih sebulan lageeeee πŸ™ πŸ™ πŸ™

        Balas

Silakan berkomentar

%d blogger menyukai ini: