Sebab dan Alasan Guru TPQ berhenti Mengajar TPA

guru-berhenti-mengajar

Hal hal yang membuat seorang guru ustadz atau ustadzah pada Taman Pendidikan Alquran berhenti alias pensiun dari mengajar atau tidak melanjutkan pengabdian dalam pembelajaran baca tulis alquran di lembaga pendidikan Islam nonformal ini.

pontren.com – assalamu’alaikum para pembuka internet yang budiman, kita ketahui bahwa kegiatan mengajar di TPQ termasuk dalam kategori sosial, yaitu profesi yang tidak menjadikan profit materi sebagai tujuan utama.

Dan masih banyak para guru mengaji ini yang sama sekali tidak diberi uang transport apalagi gaji rutin dari pengelola masjid atau takmir mushola.

Ada juga yang diberikan perhatian dengan nama mukafaah atau bisyarah yang nominalnya bisa dikatakan alakadarnya sekedar uang pengganti uang transport.

Saya belum mendengar tuh ada guru TPQ yang mendapatkan Gaji dengan Batas UMR (upah minimum regional) pada wilayah tertentu, kalau ada, alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT dengan keberadaan guru TPQ yang mendapatkan Gaji minimal garis UMR.

Patah tumbuh hilang berganti, kira kira begitulah suasana pengajar pada lembaga pendidikan. Ada yang keluar, ada pula yang masuk menggantikan.

Dibawah ini merupakan sebagian dari sebab seorang guru mengaji berhenti mengajar anak anak TPQ yang menjadi binaannya.

Karena menikah

Lazimnya manusia yang sudah cukup usia dan matang secara fisik akan melanjutkan kehidupan pada jenjang pernikahan.

Perubahan status ini banyak menjadikan seorang guru TPQ berhenti mengajar karena tugas sebagai suami atau istri, atau mengikuti pasangan pindah tempat tinggal sehingga tidak dapat melanjutkan pengabdian pada TPA.

Pindah alamat

Perpindahan alamat membuat jarak lokasi sang guru dengan TPQ menjadi jauh atau sangat jauh.

Kemustahilan mengajar rutin karena dipisah jarak menjadikan sang ustadz atau ustadzah undur diri dari dewan pendidik pada LPQ.

Melanjutkan Pendidikan baik sekolah atau kuliah

ilustrasi santri sekolah

Dengan kelanjutan pendidikan yang lebih tinggi, minimal terdapat 2 kemungkinan yang berdampak langsung dalam profesi mengajar ini.

Yang pertama, jauhnya lokasi sekolah membuat sang guru tidak memiliki waktu disore hari untuk mengajar karena waktu pulang sekolah atau kuliah yang terlalu sore.

Kedua, sang guru kost di dekat sekolah atau kampus sehingga hanya beberapa kali sebulan bisa pulang untuk minta kepada orang tuanya.

Mau tidak mau gelar guru TPQ yang disandang di non aktifkan sementara waktu (walaupun dikampung tetap saja image guru TPQ melekat).

Selesai sekolah atau lulus kuliah

menjadi guru TPQ yang baik
menjadi guru TPQ yang baik (C) Faizal Riza

Pada beberapa TPQ yang banyak disekitarnya terdapat anak kost baik siswa sekolah atau mahasiswa biasanya terdapat satu dua aktivis yang menjadi penggiat lembaga Taman Pendidikan Alquran.

Tentunya disaat dia menyelesaikan studinya sang siswa atau mahasiswi akan pulang ke kampung halaman atau mencari pekerjaan di kota yang lainnya. Ada juga koq yang enggak pindah, ya ga apa apa, alhamdulillah malah bisa ngajar lagi.

Mendapatkan pekerjaan

Umumnya lulusan SMA atau Kuliah yang sedang menganggur ada juga mengisi kegiatan dengan menjadi pengajar pada lembaga ini.

Disaat mendapatkan pekerjaan dan tidak ada waktu yang dibagi bagi kegiatan belajar mengajar otomatis akan berhenti dari keaktifan sebagai guru TPQ dengan sendirinya.

Tau sendiri khan menjadi guru taman pendidikan alquran saat ini jika dipandang secara materi maka dapat dikatakan sangat tidak prospektif dari kalkulasi logika perekonomian.

Karena repot mengurus anak kecil

ibu dan anak bertengkar ilustrasi

Ada juga kasus dimana orang tua yang memiliki anak kecil dengan terpaksa berhenti sementara mengajar untuk dapat mengasuh sang anak, alasannya anak tidak bisa ditinggal.

Adapula yang anaknya sudah agak gede tapi alasannya sama, sibuk ngawasi anak. Anaknya SMP sibuk cari duit, halah bilang saja males 😀 .

Karena bermusuhan dengan guru/pengurus yayasan, takmir atau yang lainnya

Lha ini hal yang tidak baik, pada kasus tertentu terdapat silang pendapat dan ketidakcocokan antar guru pengajar.

Baik itu dalam metode pengajaran atau karena hal lain, misalnya beda partai, madzhab, pernah saling ejek dan lainnya.

Adanya permusuhan ini juga bisa memicu dan menjadi alasan keluarnya seorang ustadz pada lembaga pendidikan.

Karena malas

ilustrasi doa sebelum tidur untuk TPQ
ilustrasi berdoa sebelum tidur

Yang terakhir (menurut saya) ya karena sudah males, capek, ogah mengajar pada TPQ, merasa sudah tidak layak lagi mengajar (rumongso tuwo) dan merasa sudah ada cukup pengganti untuk mengajar di TPA.

Seringnya rasa malas ini menghingapi para guru TPQ yang sudah berumah tangga atau berkeluarga, ada aja penyebab untuk batal berangkat mengajar semisal anak anak, pekerjaan yang belum selesai, capek pulang kerja dan sebagainya.

Meskipun ada saja alasan untuk pensiun dari mengajar TPQ, ada saja orang yang masih mengajar TPA walaupun teman teman seangkatan guru mengajarnya telah pada berhenti mengajar.

Ada juga yang sudah sepuh dan senior sangat tetap istiqamah mengajar ngaji baik di kampung atau kota.

Demikian analisa sebab seorang guru berhenti mengajar pada TPA, anda punya pendapat tambahan?

Monggo disampaikand alam kolom komentar.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Designed by Freepik

loading...

Silakan berkomentar