Mencari Tokoh TPQ di Indonesia, Siapakah dia?

tokoh-TPQ

Penasaran dengan siapakah orang yang berhak menyandang sebagai tokoh Taman Pendidikan di Indonesia sebagai panutan dan contoh dalam mengelola dan menjalankan TPA yang baik tertata rapi baik dalam bidang Kegiatan Belajar Mengajar maupun pendidikan Ahlak yang mulia.

pontren.com – assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, selamat pagi menjelang siang poro rawuh di blog sederhana ini, apa kabare rek? Moga baik baik saja.

Tadi pagi disaat sedang berangkat menuju lokasi tempat mengais rizki, terlintas di benak kepala ini, kalau dalam dunia dongeng ada Kak seto, di wilayah perserikatan ekonomi ada Mohammad Hatta (dikenal dengan Bung Hatta) sebagai bapak Koperasi Indonesia, pada tokoh pendidikan Indonesia ada beberapa nama misalnya Ki Hajar Dewantoro, RA Kartini, Dewi Sartika, terus siapakah bapak Taman Pendidikan Alquran di Indonesia? Atau tokoh TPQ?

Saya browsing cari cari ide kesana kemari siapa sih yang sekiranya layak menyandang predikat tersebut? Dalam kontribusi menanamkan pondasi dan arah serta gerakan kongkrit pada TPQ yang membuat lembaga ini menjadi menjadi eksis dan berkembang secara signifikan dan revolusioner dalam perkembangan TPQ.

Kriteria ketokohan TPQ menurut pontren dot com

guru TPA yang baik
guru TPA yang baik (C) Faizal Riza

Dalam mencari sosok yang dapat dijadikan sebagai bapak TPQ atau tokoh Taman pendidikan di Indonesia, kami mengangankan sosok ini pastinya memiliki pengaruh yang kuat dan signifikan terhadap perkembangan dan perubahan dalam TPQ.

Adapun perubahan dan perkembangan pada TPQ dapat berupa dibawah ini.

Metode pembelajaran yang revolusioner dan mudah diaplikasikan

Metode pembelajaran atau KBM ini adalah cara penyampaian materi pembelajaran dari guru (biasa disebut dengan ustadz ustadzah) kepada para murid (santri TPQ).

Dalam pembelajaran atau metode pendidikan pada TPQ di Indonesia saat ini kami melihat dominasi metode Iqra yang meluas di kalangan pendidik, tanpa menafikan sistem yang lain tentunya (misalnya metode baghdadiyah, yambua, tilawati, qiroati, dll).

Teringat dahulu kala bagaimana metode ini merubah pembelajaran TPQ secara revolusioner dari metode baghdadiyah (Qowaid Al-Baghdadiyah) ke metode iqra, dimana di desa saya maupun kampung kakek saya tinggal masih menggunakan turutan sebagai pembelajaran mengaji.

Metode ini ditemukan oleh Kyai Haji As’ad Humam, sebuah pengakuan yang dibuat oleh Heni Purwono dalam artikel bertajuk “K.H. As’ad Humam, Pahlawan Pemberantasan Buta Huruf Alquran”.

Bisa jadi beliau merupakan kandidat sebagai bapak TPQ Indonesia, yang jelas saya yakini beliau setidaknya adalah salah satu tokoh Taman Pendidikan di Indonesia melalui penemuan metode iqro yang dipergunakan secara luas oleh guru TPA (terlepas dari kelebihan dan kekurangan metode ini).

Apakah penemu metode yang lain tidak layak sebagai kandidat bapak atau TPQ? Secara ketokohan, para penemu metode pengajaran yang banyak dipakai tentu masuk dalam kategori ini.

Akan tetapi melihat penggunaan metode iqra secara luas di kalangan lembaga pendidikan alquran dominasi metode iqra terlalu kuat dan sudah sangat mengakar.

Penyebabnya adalah kemudahan dalam pengajarannya, siapapun yang telah dapat mengaji dapat menggunakan atau mengajarkannya bahkan santri senior (misalnya kelas 5 atau 6 SD), berbeda dengan metode tilawati qiraati maupun yambua dimana para guru dituntut telah memiliki pengetahuan dan metode pembelajarannyalah yang dapat mengajarkan.

Ini salah satu hal yang membuat perkembangan metode selain TPQ tidak terlalu meluas dikalangan Lembaga Pendidikan Alquran secara umum.

Penggerak Penyediaan administrasi yang lengkap dari awal sampai akhir secara kesinambungan

ilustrasi guru TPQ menata administrasi Donatur bagi lembaga
ilustrasi guru TPQ menata administrasi Donatur bagi lembaga

Jika mengacu dalam manajemen sebagai salah satu tolak ukur atau pertimbangan penyematan tokot Taman Pendidikan Alquran, agak buram juga kami menganalisa, dimana saat ini penyedia kelengkapan administrasi adalah Kementerian Agama RI, akan tetapi administrasi ini hanya bersifat statis belum menjangkau hal yang bersifat dinamis.

Maksudnya gimana? Hal statis disini yaitu perangkat administrasi berupa contoh raport, kurikulum, pembagian TPQ, absensi dan lain sebagainya yang sepertinya tidak mengalami perubahan dari tahun ketahun, termasuk didalamnya contoh piagam kelulusan.

Kalau administrasi dinamis? Maksud saya disini adalah menyediakan contoh soal ujian baik mid semester, semesteran, ujian munaqosah untuk wisuda santri beserta juknis yang berkaitan dengannya.

Minimal tokoh ini yang memulai memberikan atau menyediakan contoh soal standar yang mengacu kepada suatu kurikulum, entah dari Kemenag maupun badko TPQ.

Sangat disayangkan dengan keadaan mayoritas guru TPQ yang kurang pengalaman dalam pembuatan soal ujian, keberadaan Badko TPQ entah pada tingkat Desa, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi maupun nasional kebanyakan hanya menumpang keren jabatan organisasi, dimana pengaruh perkembangan terhadap TPQ belum dirasakan secara kongkrit (ini pendapat pribadi ya, moga tidak ada yang baper).

Kemudian, siapakah yang menjadi kandidat dengan situasi seperti ini? Apakah dirjen yang membuat keputusan mengenai administrasi TPQ beserta ketentuan yang mengikatnya?

Sepertinya dalam hal administrasi ini (menurut kami pribadi) belum ada yang memberikan dampak revolusioner atau perkembangan dan pengaruhnya terhadap lembaga ini, segi administrasi TPQ saat ini masih banyak memakai metode tukang cukur, semua dikerjakan sendiri dan hanya berkutat pada kegiatan belajar mengajar (tidak semuanya, tapi banyak kasus semisal iya).

Jika untuk metode perkembangan TPQ dari kami ada pandangan tokoh yang dapat disebut sebagai Bapak TPQ, maka ditinjau dari revolusi administrasi pada TPQ belum ada tokoh yang menonjol untuk predikat ini.

Manfaat keberadaan bapak TPQ atau tokoh yang dianggap berpengaruh secara signifikan

Insentif Guru TPQ
Ustadzah TPQ (ilustrasi)

Hemat kami, dengan keberadaan seseorang atau tokoh dalam bidang pendidikan alquran, akan menjadi ajang promosi dan standar tolak ukur lembaga pada bidang pengelolaan maupun kegiatan KBM.

Juga sebagai penggerak kebangkitan lembaga yang mati suri dalam keaktivan maupun peningkatan drastis pada tata kelola maupun KBM.

Dengan keviralan berita menjadi para guru TPQ maupun pengelola takmir masjid dan juga diharapkan tokoh nasional menjadi melirik dan memperhatikan serta meluangkan waktu pikiran serta anggaran bagi keberlangsungan perkembangan lembaga pendidikan ini.

Penutup

Demikian unek unek atas tulisan yang sempat terlintas pada saat berangkat beraktivitas pagi tadi, semoga nantinya ada tokoh TPQ yang mampu memberikan revolusi mental utamanya pada bidang administrasi secara menyeluruh baik yang bersifat statis maupun dinamis dan berkesinambungan.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

loading...

Silakan berkomentar