MGMP-Madrasah-Diniyah-Takmiliyah

Langkah Pembentukan Organisasi MGMP Madrasah Diniyah Takmiliyah

Informasi tentang langkah dan cara dalam membentuk organisasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran MDT mengacu kepada Pedoman dari Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI di Jakarta.

pontren.com – assalamu’alaikum, langsung saja, tulisan ini merupakan penjabaran yang diambil dari pedoman dalam yang merujuk pada KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM NOMOR 2353 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH.

Langsung saja to the point, berikut info nya.

Pembentukan Organisasi MGMP Madin

Organisasi ini dibentuk dengan tujuan menjadi wadah ustadz atau guru mapel pada Madrasah diniyah takmiliyah pada setiap kecamatan.

Tahapan pembentukannya 5 yaitu;

  1. Beberapa guru inisiator mewakili sebagian Madrasah Diniyah Takmiliyah melakukan bermusyawarah untuk menyusun langkah-langkah pembentukan organisasi. Hasil dari musyawarah ini adalah proposal pembentukan MGMP MDT dan langkah- langkah penggalangan anggota;
  2. Beberapa guru inisiator mensosialisasikan pembentukan organisasi melakukan penggalangan anggota. Dalam proses ini, sebaiknya dipersiapkan kelengkapan administratif keanggotaan, seperti formulir anggota, pernyataan kesediaan untuk bergabung dalam MGMP MDT, dan lain-lain;
  3. Penetapan Madrasah Diniyah Takmiliyah inti yang akan dijadikan pusat kegiatan, baik untuk proses pembentukannya maupun selama MGMP MDT yang terbentuk nanti mengembangkan programnya. Penetapan Madrasah Diniyah Takmiliyah didasarkan pada kesiapannya dalam mendukung program-program organisasi, baik dari segi fasilitas dan sumber pembelajaran, sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan, maupun manajemen;
  4. Penyelenggaraan rapat anggota yang diikuti seluruh oleh guru mata pelajaran Madrasah Diniyah Takmiliyah di kecamatan bersangkutan. Rapat anggota dilaksanakan untuk menetapkan nama, visi, misi, tujuan, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, kepengurusan dan program kerja MGMP MDT dan program kerja;
  5. Hasil-hasil musyawarah anggota disampaikan kepada Kementerian Agama Kabupaten/Kota setempat untuk kemudian dikeluarkan surat keputusan pengukuhan organisasi dan kepengurusan.

Selama proses pembentukan MGMP MDT, guru-guru mata pelajaran setidaknya melakukan koordinasi dengan Kantor Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat. Komunikasi dengan pihak-pihak lainnya, selama dianggap mendukung kelancaran proses pembentukan dan tidak mengurangi tingkat independensi dan kemandirian organisasi, bisa dilakukan.

Al khulashoh atau ringkasan dan keputusan

guru-Madin
guru madin (ilustrasi)

Singkatnya, langkah langkah diambil untuk membentuk organisasi ini adalah;

Beberapa guru merumuskan langkah pembentukan organisasi dan membuat proposal pembentukan MGMP MDT;

  • Melakukan sosialisasi dan membuat kelengkapan administrasi;
  • Menunjuk salah satu lembaga madin sebagai pusat kegiatan MGMP
  • Secara ideal, seluruh guru ikut rapat anggota untuk penetapan nama visi misi, tujuan AD, ART dan program kerja;
  • Melaporkan kepada Kantor Kemenag setempat;
  • Pengeluaran SK Pengukuhan organisasi dan pengurus.

Problematika yang dihadapi

Pada sebagian kecamatan yang masih dalam taraf berkembang lembaga madrasah diniyah takmiliyah (kalau tidak mau dikatakan kempang kempis atau memprihatinkan) maka jika MGMP ini dibentuk per kecamatan akan mengalami kekurangan anggota.

Yang kedua yaitu para guru MGMP memiliki kesibukan lain (dan biasanya menjadi guru madin bukanlah kegiatan utama, hanya kegiatan sampingan). Sehingga waktu untuk berkoordinasi diperlukan semangat yang luar biasa dari para anggotanya.

Kebanyakan lembaga madrasah diniyah takmiliyah dan juga guru pengajar ustadz ustadzahnya tidaklah dapat disebut dalam kategori makmur secara ekonomi, padahal dari pemerintah tidak ada kucuran dana yang stabil untuk organisasi ini.

Dampaknya adalah terhambat kegiatan yang memerlukan pengeluaran biaya, rapatpun juga kurang pas jika tidak ada minuman dan pendampingnya. (menurut saya).

Problem yang lain yaitu lembaga madin itu sendiri ada yang mengalami permasalahan yang sering tak terjamah oleh guru sehingga jika ditambah dengan problem MGMP tentunya makin menambah beban permasalahan, akan tetapi memang salah satu manfaat MGMP adalah menjadi problem solving pada lembaga MDT.

Itu saja yang dapat kami posting, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Silakan berkomentar

%d blogger menyukai ini: