Mengenal Lebih Dekat Tentang Pondok Pesantren

Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.
Pontren.com – ulasan tentang pengertian pondok pesantren, ciri yang di tetapkan oleh Kementerian agama, alasan orang tua menyekolahkan anak ke ponpes, pertimbangan pemilihan pontren oleh calon wali santri, persiapan yang perlu dilakukan orang tua dan anak sebelum mondok.

Dibahas Juga model tes ujian masuk serta doa orang tua supaya anak krasan pada asrama kobong pondok pesantren dan juga doa serta harapan orang tua bagi ananda yang berada pada ma’had, hal menjengkelkan dan mengecewakan saat anak liburan panjang, kans lulusan ponpes untuk melanjutkan kuliah beserta kesempatan kerja alumni lulusan pesantren berdasarkan wawancara, riset di internet serta reportase kunjungan ke lembaga pendidikan yang sudah teruji kompetensinya ini.

Dalam postingan ini berikut yang akan dibahas dan dianalisa perihal yang menyangkut dengan pondok pesantren.

Mungkin pembahasannya akan panjang karena banyaknya sub atau item yang dibahasa. Sebelumnya perlu di tekankan bahwa ini hanya gambaran umum saja, bisa jadi ada perbedaan kasuistik yang terjadi karena banyaknya probablilitas yang dapat terjadi pada pesantren dan santri itu sendiri.

Pengertian pondok pesantren

PONDOK PESANTREN SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM.
Pengertian Pondok Pesantren kebanyakan mengambil dari zamakshsyari dhofier.

Pengertian pondok pesantren secara etimologi adalah : Pondok diturunkan dari bahasa Arab “funduq” yang memiliki arti ruang tidur atau wisma.

Sedangkan Pesantren berasal dari kata “santri”, awalan “pe” dan akhiran “an” yang menunjukkan tempat, sehingga berarti “tempat para santri”.

Dari arti-arti di atas dapat ditarik kesimpulan mengenai pengertian pondok pesantren yaitu wisma atau ruang tidur yang merupakan tempat tinggal para santri.

Pengertian pondok pesantren modem (Khalafi) ditinjau dari asal katanya adalah:
Pondok Pesantren : Iembaga pendidikan agama Islam yang memakai sistem berasrama dengan kyai sebagai pengasuh dan santri sebagai murid (2).
Modern : yang terbaru, carabaru, diperlengkapi, mutakhir(3)

Dari istilah dan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pondok pesantren modem (Khalafi), adalah Iembaga pendidikan Islam yang memakai sistem berasrama dengan kyai sebagai pengasuh, santri sebagai murid yang memasukkan mata pelajaran umum dan agama Islam secara seimbang, menggunakan sistem pengajaran modem, serta memiliki metode pengelolaan dan pengorganisasian kegiatan dengan cara baru

Dhofier, Zamaksyari, Dr. H.M.A, Tradisi Pesantren :Studi Tentang Pandangan Hidup Kyai, LP3ES, Jakarta, 1982

Ciri pondok persantren

Embed from Getty Images

Dalam memberikan ciri pesantren, kita tidak bisa lepas dari lembaga yang menaunginya yaitu Kementerian Agama, dalam hal ini Kemenag memberikan 5 ciri elemen pondok pesantren.

Berikut adalah lima hal yang menjadi ciri atau elemen dari pondok pesantren

  1. Kyai atau sebutan yang lainnya
  2. Santri (mukim)
  3. Asrama santri/pondok
  4. Masjid/mushola
  5. Kajian Kitab

Itulah kelima elemen yang menjadi ciri pondok pesantren yang ditetapkan oleh Kementerian Agama sebagai hal yang melekat pada pondok pesantren, jika salah satu dari kelima hal diatas tidak terpenuhi maka secara teknis menurut Kemenag tidak dapat dikategorikan sebagai lembaga Pondok Pesantren.

Alasan orang tua menyekolahkan anak ke pesantren

Ada berbagai pertimbangan dalam menentukan pesantren sebagai tempat untuk pembelajaran anak, dimana orang tua memiliki berbagai macam pertimbangan dan alasan utama disamping beberapa alasan sekunder dalam memilih lembaga ini dalam mempercayakan pendidikan bagi buah hati.

Adapun beberapa alasan yang sering didapati dalam memilih pesantren sebagai sekolah anak (bukan sekolah reguler umum semisal SLTP SMU Negeri) adalah sebagai berikut ;

  • Orang tua pernah belajar di pesantren
  • Keinginan anak untuk belajar di pondok pesantren karena pengaruh dari kakak teman saudara atau guru yang menceritakan tentang lembaga keagamaan ini
  • Berharap anak memiliki kemampuan agama yang mumpuni
  • Sang anak diharapkan menjadi penerus dakwah di lingkungan
  • Adanya keseimbangan antara ilmu umum dan ilmu agama.
  • Kesibukan luar biasa orang tua sehingga tidak yakin mampu mengawasi anak setiap saat sehingga relatif merasa lebih aman jika anak di sekolahkan pada pesantren.
  • Melihat anak mempunyai potensi nakal bandel yang mantab sehingga kualahan mendidik dan berasumsi pesantren dapat merubah sifat anak yang tidak baik.
  • Pertimbangan biaya yang relatif lebih murah dan terjangkau dibandingkan jika sekolah umum dengan asumsi kalkulasi biaya jajan, perjalanan pulang pergi dan pengawasan anak.
  • Ingin anak hafal alquran.
  • Terinspirasi dengan alumni pesantren yang soleh berakhlak mulia sehingga berharap anak mengikuti jejaknya.

Begitulah kebanyakan yang menjadi pertimbangan alasan orang tua yang memasukkan anak ke lembaga pendidikan pondok pesantren sebagai tempat pendidikan anak yang umumnya di usia SMP SMA, walaupun ada juga pesantren yang setingkat Mahasiswa atau s1.

Entah itu pesantren ma’had aly atau pondok pesantren yang sifatnya tempat mondok pada saat kuliah di universitas.

Pertimbangan pemilihan pesantren oleh orang tua bagi buah hati

Memilih pesantren untuk mondok sulit sulit gampang, biasanya dalam pikiran orang tua sudah ada gambaran umum apa dan bagaimana suatu lembaga yang di inginkan, dengan pertimbangan madzab ekonomi fasilitas maupun lokasi jarak lembaga.

Ada hal yang urgensi, ada yang sekedar pertimbangan pendukung atau situasi yang dianggap dapat di toleransi atau diabaikan.

Ringkasan pemilihan pesantren biasanya sebagaimana dibawah ini;

  • Pertimbangan madzhab golongan atau organisasi (misalnya pesantren dengan basic salafiyah NU, ponpes salafy ataupun model pondok pesantren modern umum.
  • Pertimbangan jarak dengan tempat tinggal, walaupun juga tidak selalu menjadi masalah bagi beberapa orang tua santri.
  • Pertimbangan ijazah yang dikeluarkan oleh pesantren apakah ijazah sekolah formal, pendidikan kesetaraan maupun muadalah atau persamaan rekognisi.
  • Pertimbangan biaya, dimana keadaan ekonomi orang tua atau wali untuk menganalisa kemampuan dalam pembiayaan pendidikan di pesantren. Karena ada beberapa pesantren dengan biaya yang menegah kebawah misalnya pondok pesantren gontor, langitan, nurul islam atau yang lain.
  • Adapula pesantren yang bisa dikatakan hanya mampu dibiayai dari kalangan menengah keatas misalnya ponpes Assalaam, nurul Fikri Bogor atau pesantren dengan biaya tinggi yang lain.
  • Pertimbangan fasilitas lembaga semisal kelengkapan olahraga, fasilitas kamar, kesehatan, menu makan dan kebersihan asrama. Umumnya yang memperhatikan ini cenderung memiliki dana yang cukup untuk biaya sekolah.

Biaya Pondok Pesantren

Jika berbicara mengenai biaya, maka secara umum agak sulit memberikan informasi. Karena masing masing lembaga pesantren memiliki hitung hitungan biaya tersendiri.

Akan tetapi secara umum biaya pesantren dapat dibagi menjadi dua yaitu

Kalangan menengah keatas
Kalangan menengah kebawah

Bagi yang berkecukupan secara harta, cenderung memilih lembaga pesantren dengan biaya yang relatif tinggi dengan fasilitas yang lebih lengkap serta menu makanan yang lebih lengkap dan bermutu secara kualitas gizi.

Pun begitu pesantren dengan biaya ekonomis tidak selalu mengabaikan kelengkapan pendidikan utamanya pesantren yang sudah lama berdiri.

Karena umumnya biaya uang spp atau syahriah banyak yang tersedot untuk biaya makan anak dan operasional pendidikan.

Dengan begitu pesantren lama berdiri cenderung lebih efisien dalam pembiayaan karena sudah memiliki gedung maupun kelengkapan penunjang pendidikan sehingga fokus pembiayaan hanya pada operasional makan dan biaya pendidikan.

Berbeda dengan pesantren baru yang masih taraf gencar membangun, kecenderungan akan agak tinggi biaya uang pangkal pada saat masuk karena anggaran untuk perkembangan bangunan fasilitas pesantren.

Kesimpulan biaya adalah anda dapat melihat secara langsung pada brosur lembaga atau website resmi yang memberitahukan rincian pembayaran baik uang awal masuk, spp syahriah bulanan dan duit kenaikan kelas.

Model Tes ujian masuk pada pondok pesantren

Umumnya pondok pesantren yang belum terlalu terkenal atau ramai di datangi peminat akan menerima semua pendftar untuk mengisi ruang rombongan belajar yang tersedia.

Akan tetapi dewasa ini pesantren sudah ramai peminat sehingga kapasitas lokal dan kamar lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah pedaftar.

Mensikapi situasi ini maka dilakukan ujian guna menentukan dan mendapatkan calon santri terbaik dari segi minat, keilmuan, serta kemampuan kecerdasan IQ.

Kebanyakan pondok pesantren memberlakukan 2 ujian yaitu;

ujian lisan dan
ujian tertullis.

Ujian tertulis umumnya bermaterikan pelajaran umum kelas 6 SD semisal Kemampuan Bahasa Indonesia, Matematika, IPA IPS serta Kemampuan dasar, dan juga pemahaman mengenai keagamaan Islam semisal Aqidah Akhlak, Fiqh, Tajwid, Quran Hadis untuk tingkaat Madrasah Ibtidaiyah atau Pelajaran Agama Islam Tingkat SD, termasuk juga BTA (baca Tulis alquran), misalnya hamdalah, istirja’ bismillah dan lain sebagainya.

Ujian lisan atau tes psikotes yaitu wawancara calon santri yang dilakukan oleh panitia dengan menanyakan berbagai macam motivasi dan alasan belajar di pondok pesantren, dan juga mengetahui pemahaman keagamaan calon murid dengan berbagai tes hafalan dan praktek.

Yang paling sering yaitu praktek membaca alquran dan disimak oleh penguji, hafalan surat pendek (ghalibnya antara surat an – nas sampai adh dhuha), bacaan sholat, dan kemungkinan juga di uji kemampuan menulis huruf arab.

Doa supaya anak krasan di pesantren

Embed from Getty Images

Lembaga pesantren merupakan pendidikan khas Indonesia, sehingga jika mencari doa yang dicontohkan nabi supaya anak krasan mondok maka hanya akan capek mencari.

Tapi ada satu pelajaran dari seorang teman yang bernama Tistana Kuncorowati mengenai doa agar anak krasan di pesantren.

Matan atau bunyi doa tidak terlalu diperhatikan (terkecuali doa doa yang diijazahkan oleh para Kyai alim ulama).

Dalam keterangan beliau disebutkan bahwa selain mendoakan anak supaya krasan betah rajin belajar menjadi anak soleh selama di pesantren dan nanti dikala lulus juga dilakukan upaya lelaku atau tirakat.

Bentuk tirakat dapat berupa sholat malam, puasa, memperbanyak sedekah, perbaiki sikap perkataan dan perbuatan.

Hal ini ternyata lebih berasa mengena terhadap anak dibandingkan dengan usaha lahiriyah supaya anak krasan

Maksud usaha lahiriah yaitu memberikan fasilitas kepada anak atau menuruti permintaan sang anak sebagai syarat mau sekolah di pondok, misalnya piknik ke luar negeri atau kemana, dibelikan handphone atau sepeda motor dan lain sebagainya.

Dengan begitu mengenai doa supaya krasan silakan berdoa dengan bahasa Indonesia atau Jawa maupun bahasa Ibu anda permintaan anak betah di pesantren dan semakin soleh rajin belajar dan berakhlak mulia.

Hukuman di Pondok Pesantren

Kebanyakan pondok pesantren sudah memiliki aturan dan ketentuan untuk pelanggaran yang dilakukan oleh santri, tidak semua pesantren memiliki kesamaan dalam pemberlakuan iqob atau sanksi kepada santri yang kedapatan melakukan pelanggaran.

Contoh misal hukuman pada pesantren adalah;

  • Berlari lari keliling kompleks
  • Mengucapkan kata janji untuk tidak mengulangi dari jarak tertentu ( di Gontor di sebut dengan nge rap hahaha…)
  • Dicukur gundul
  • Disita atau dihancurkan barang yang dilarang dibawa ke pesantren (misalnya handphone, walkman radio, dll).
  • Hukuman fisik semisal push up, skot jam
  • Minta tanda tangan ustadz
  • Membaca surat pernyataan di depan umum
  • Membersihkan kamar mandi
  • Membaca alquran sambil berdiri (semisal di pondok pesantren hadil iman atau MAN PK Solo, bagi santri yang membolos 1 hari pelajaran dihhukum membaca alquran 2 juz dan jika pelajaran tutorial sore, masing masing 2 juz untuk 1 jam pelajaran yang ditinggalkan).
  • Dan yang paling berat yaitu dikeluarkan dari pondok pesantren.

Adapun umumnya pelanggaran mendapatkan hukuman diatas karena keluar dari pesantren tanpa izin, pacaran, membawa handphone, bolos sekolah, pulang kerumah tanpa izin, bertemu dengan santriwati secara ilegal, tidak sholat jamaah, terlambat ke masjid, merokok dan lain sebagainya.

Kenakalan santri yang menjadi problem pengasuh pondok pesantren

Dari hasil wawancara dengan pengasuh pondok pesantren di solo, umumnya masalah yang dihadapi oleh ustadz musyrif suatu lembaga berkutat pada itu itu saja mengenai kenakalan santri anak didik murid yang menjadi tanggung jawab pesantren.

Adapun trouble dan perbuatan santri yang bikin pusing para pembina asrama yaitu;

  • Bertemu diam diam dengan lawan jenis baik santri ataupun orang luar
  • Pacaran
  • Bermain internet
  • Membawa handphone dan peralatan elektronik lainnya
  • Merokok
  • Kehilangan barang baik berupa buku baju pakaian kacamata uang dan benda yang lain.
  • Bolos sekolah, keluar tanpa idzin, Lari dari pondok pesantren, pulang kerumah di hari yang tidak semestinya.
  • Bully santri
  • Disiplin dan kebersihan dalam kehidupan berpondok dan berasrama

Untuk itu hendaknya orang tua turut serta membantu meringankan beban para ustadz ini dengan memberi pengarahan yang baik kepada ananda (baik dalam hal penyampaian dan isi arahan) guna mengurangi perbuatan kurang layak yang dilakukan oleh santri.

Harapan orang tua bagi anak yang belajar di pondok pesantren

Embed from Getty Images

Disini kami bagi harapan yang di gantungkan orang tua untuk anak pada pondok pesantren yaitu harapan di saat berada pondok pesantren, dan harapan setelah anak menyelesaikan pendidikan pondok pesantren.

Kebanyakan harapan orang tua pada saat anak mondok yaitu;

  • Anak krasan berada di pondok pesantren
  • Sang anak dapat beradaptasi dengan lingkungan dan rekan serta tidak di bully oleh temannya yang lain
  • Anak belajar dan khusyu dalam menjalani pendidikan di lembaga ponpes
  • Diberikan selalu kesehatan dan dijauhkan dari penyakit dan marabahaya karena lokasi orang tua yang jauh sehingga akan mengalami situasi crowded jika mendengar anak sakit di tempat yang jauh.
  • Sukur sukur sang anak dapat berprestasi bagus dengan nilai keren serta menjuarai berbagai lomba yang di selenggarakan
  • Sang anak dapat menguasai bahasa arab dan ilmu agama yang diajarkan oleh para ustadz ustadzah dewan pengajar.

Sedangkan harapan kebanyakan orang tua bagi anak yang telah selesai lulus dari pondok pesantren adalah sebagai berikut;

  • Sang anak dapat melanjutkan pendidikan ke kampus atau universitas yang bonafide
  • Ananda mendapatkan pekerjaan yang layak bagus terhormat dan membanggakan orang tua
  • Bisa memiliki perekonomian yang mapan dan sukur sukur banyak dilimpahkan rizki yang barakah
  • Menjadi putra putri yang soleh solihah serta masuk dalam kategori anak yang birrul walidain taat dan patuh, tidak membangkang kepada orang tua.
  • Memiliki kehidupan rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah serta mendapatkan keturunan yang qurrota a’yun.
  • Dapat melanjutkan perjuangan dalam beragama pada lingkungan atau lembaga yang dikelola oleh keluarga (misalnya yayasan).
  • Menjadi tokoh agama yang mendapatkan respek yang layak dari orang lain karena keilmuan dan kebijaksanaan serta kealimannya.

Hal Menjengkelkan saat anak liburan panjang dirumah

Tidak semua hal berjalan dengan mulus sesuai angan disaat anak telah diterima di pesantren, ternyata ada beberapa kasus situasi dimana orang tua sebal kepada anak disaat buah hati liburan panjang berada dirumah.

Berikut daftar hal yang membuat orang tua sebal karena santri liburan panjang dirumah

  • Sang anak pemalas bangun pagi dan sholat subuh kebablasan matahari sudah naik.
  • Anak anak jarang baca alquran selepas sholat magrib
  • Kebiasaan nonton tv atau bermain internet utamanya lewat handphone yang tidak mengenal waktu.
  • Ibadah sholat yang harus di oyak oyak oleh orang tuanya.
  • Walau sudah di pesantren sang anak tetap bandel nakal dan banyak memiliki unsur membantah dan melawan apa yang dikatakan oleh orang tuanya.

Itulah beberapa hal situasi yang sering membikin orang tua masygul dengan kelakuan sang anak dikala sedang asyik liburan panjang di rumah masing-masing.

Ijazah Pondok pesantren

Bagi yang sudah tahu alhamdulillah, untuk yang berminat mencermati mengenai ijazah lulusan pesantren maka anda tidak perlu khawatir mengenai ijazah, karena saat ini pesantren yang tidak memiliki ijazahpun sudah dilakukan afirmasi oleh Kemenag untuk mendapatkan sertifikat kesetaraan yang disebut rekoginisi ijazah.

Sedangkan hal umum saat ini pesantren memiliki sekolah sendiri semisal SMP SMA MTs MA dalam pendidikan di pagi hari sehingga santri akan mendapatkan ijazah formal sesuai dengan tempat belajarnya.

Adapula lembaga pondok pesantren yang menggunakan ijazah kesetaraan paket A B atau C dibawah Kemendiknas atau Pendidikan Kesetaraan Ula Wustha Ulya dibawah Kementerian Agama yang ijazahnya diakui dan dapat dipergunakan dalam pekerjaan maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, s1 misalnya.

Juga pesantren dengan kualitas super yang mengeluarkan ijazah mandiri dan diakui oleh kemendiknas dan kemenag bahkan luar negeri, semisal ijazah muadalah ponpes gontor oleh dinas pendidikan dan kemenag atau ponpe imam bukhari yang mendapat muadalah pengakuan ijazah dari universitasn Madinah KSA saudi arabia.

Itulah sekilas tentang ijazah pesantren yang saat ini tidak ada alasan lagi khawatir tidak laku pendidikan yang ditempuh karena mempertanyakan keabsahan ijazah dan pengakuan negara.

Lulusan pesantren apakah bisa kuliah

Masih banyak informasi yang salah diterima oleh khalayak masyarakat dimana santri itu hanya sekedar mondok saja.

Sebenarnya saat ini kebanyakan pesantren memiliki konsep sekolah formal yang hidup diasramakan, dimana dalam pendidikan formal dipagi hari anak anak sekolah seperti umumnya murid pada lembaga milik pesantren semisal SMP, MTs, SMA, MA ataupun pendidikan kesetaraan.

Disitu nantinya santri alumni akan mendapatkan ijazah sesuai dengan pendidikan yang ditempuh, jika dia SMA akan mendapatkan ijazah SMA, jika MA ya akan mendapatkan ijazah madrasah aliyah yang sama dan diakui oleh negara untuk keperluan bekerja maupun melanjutkan kuliah.

Dengan begitu anak pesantren secara teknis ijazah dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang s1 jika dia lulusan SMA/yang sederajat.

Jadi jangan khawatir anak anda tidak bisa lanjut kuliah karena belajar di pesantren, informasi yang sampai kepada anda adalah salah jika mempertanyakan keabsahan ijazah santri untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Pekerjaan lulusan pondok pesantren

Lulusan pesantren memiliki kesempatan yang sama dengan lulusan sekolah yang lain dalam kesempatan kerja, saya memiliki beberapa teman alumni pesantren yang berprofesi sebagai dokter, yaitu dr.nur ekasari, SPPd, sepesialis penyakit dalam asal Riau yang belajar 6 tahun di pondok pesantren daerah Sukoharjo, ada juga dr. Mahendra sukmana, spesialis jantung merupakan santri alumni yang sama dengan dr. Nur ekasari.

Kalau masih kurang mantab, Gus Dur pernah menjadi presiden juga pernah belajar di Pesantren, Wakil Presiden sekarang mbah Amin juga pernah di pesantren, Lukman Hakim Saifudin yang menjadi menteri juga pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren.

Pengusaha yang pernah belajar di pesantren juga tak kalah banyak, misalnya Fajrul Imtihan, dengan bisnis kudapan bangbana.

Termasuk panjang kami membuat postingan ini, jika ada saran masukan dapat ditulis pada kolom komentar guna kelengkapan informasi mengenai lembaga pondok pesantren dan memberikan gambaran yang relatif singkat kepada para pembaca yang berminat dengan lembaga pendidikan pondok pesantren.

Demikian tulisan ini, mohon maaf jika terdapat kata yang menyinggung.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

loading...

Silakan berkomentar