badal

Bacaan Gharib Badal dalam al Qur’an
Pontren.com – informasi tentang Badal yang termasuk bacaan garib al Qur’an baik secara pengertian bahasa maupun istilah, termasuk macam macam badal dan contoh serta tempat bacaan badal dalam alquran beserta cara membacanya.

Fungsi dari mengetahui hukum bacaan badal dalam alquran ini adalah peningkatan kualitas keilmuan bidang ilmu tajwid dan meningkatkan kebenaran dalam pembacaan alquran.

Pengertian Badal

Secara bahasa; Badal mempunyai arti merubah,

Sedangkah secara istilah, badal adalah mengubah atau mengganti huruf hijaiyah satu dengan huruf hijaiyah yang lain.

Menurut pendapat imam Ashim riwayat hafs, hukum bacaan badal ada 4 lafadz yang terdapat dalam ayat surat alquran sebagaimana dibawah ini;

Badal ء dengan ي (Q.S. Al Ahqaf ayat 4)

Kalimat badal terdapat dalam kata;
(فِي السَّمٰوٰتِ ائْتُوْنِيْ)

Yaitu mengganti hamzah mati dengan ya’, sebagian besar imam qira’ahsepakat mengganti hamzah qatha’ yang tidak menempel dengan lafadz sebelumnya dan jatuh sesudah hamzah washal dengan alif layyinah (ى).

Cara membacanya, yaitu jika seseorang membaca waqaf (berhenti) pada lafadz (فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ ۖ) maka huruf ta’ mati dan hamzah mati diganti ya’ (فِى ٱلسَّمٰوٰتْ ۖ اِيْتُونِى )

akan tetapi jika dibaca washal (lanjut/tidak berhenti) tidak ada perubahan.
Adapun ayat diatas lengkapnya adalah sebagai berikut;

قُلْ أَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَرُونِي مَاذَا خَلَقُوا مِنَ الْأَرْضِ أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِي السَّمَاوَاتِ ۖ ائْتُونِي بِكِتَابٍ مِنْ قَبْلِ هَٰذَا أَوْ أَثَارَةٍ مِنْ عِلْمٍ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Artinya;

Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu sembah selain Allah; perlihatkan kepada-Ku apakah yang telah mereka ciptakan dari bumi ini atau adakah mereka berserikat (dengan Allah) dalam (penciptaan) langit?

Bawalah kepada-Ku Kitab yang sebelum (Al Quran) ini atau peninggalan dari pengetahuan (orang-orang dahulu), jika kamu adalah orang-orang yang benar”

Badal ص dengan س (Q.S Al-Baqarah : 245 dan lafadz بَصْۜطَةً dalam QS. Al-A’raf : 69

(وَيَبْصُۜطُ dan بَصْۜطَةً )

Yaitu merubah huruf shad dengan siin, sebagian imam qira’ah termasuk Imam Ashim mengganti ص dengan س pada lafadz وَيَبْصُۜطُ dalam QS. Al-Baqarah : 245 dan lafadz بَصْۜطَةً dalam QS. Al-A’raf : 69.

Alasan Penggantian shad dengan siin pada kedua lafadz tersebut karena mengembalikan pada asal lafadznya, yaitu بَسَطَ – يَبْسُطُ.

Berikut ayat dan artinya;

QS. Al-Baqarah : 245

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Artinya;

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.

Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

QS. Al-A’raf : 69

أَوَعَجِبْتُمْ أَنْ جَاءَكُمْ ذِكْرٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍ مِنْكُمْ لِيُنْذِرَكُمْ ۚ وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ قَوْمِ نُوحٍ وَزَادَكُمْ فِي الْخَلْقِ بَسْطَةً ۖ فَاذْكُرُوا آلَاءَ اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu? Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu).

Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.

Sedangkan pada lafadz بِمُصَيْطِرٍ dalam QS. Al-Ghasyiyah : 22, huruf صtetap dibaca shad karena sesuai dengan tulisan dalam mushaf (rasm utsmani) dan menyesuaikan sifat ithbaq dengan huruf sesudahnya (tha’) yang mempunyai sifat isti’la’.

(yang dimaksud dengan sifat isti’la’ adalah sebagai cara membaca atau melafalkan huruf dengan cara mengangkat sebagian besar lidah ke bagian atas langit langit mulut).

. Al-Ghasyiyah : 22

لَّسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍ

artinya ; engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,

Adapun pada lafadz ٱلْمُصَۣيْطِرُونَ dalam QS. At-Thur : 37, huruf ص boleh tetap dibaca shad dan boleh dibaca siin karena,

pertama, mengembalikan pada asal lafadznya, yaitu سَيْطَرَ – يُسَيْطِرُ ,

kedua, menyesuaikan sifat ithbaq ( membunyikan huruf dengan melengkungkan keliling lidah ke langit-langit mulut, sehingga bunyinya lebih besar dan berat. Hurufnya ada 4 yaitu : ص ضْ طَ ظ) dengan huruf sesudahnya (tha’) yang mempunyai sifat isti’la’.

أَمْ عِنْدَهُمْ خَزَائِنُ رَبِّكَ أَمْ هُمُ الْمُصَيْطِرُونَ

artinya : Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu atau merekakah yang berkuasa?

Itulah informasi tentang bacaan badal yang termasuk dalam bacaan gharib disertai letak ayat surat dalam alquran dan juga cara membaca dan alasan kenapa dibaca badal.

Semoga menambah wawasan dalam pembelajaran ilmu tajwid.

loading...