Kisah Rasa Sakit Putus Cinta

pontren.com – wah kalau ini bukan untuk konsumsi anak TPQ atau madin, tapi bisa jadi dialami oleh santri yang sudah SMA menjadi ustadz ustadzah pengajar pada Tpa.

Tidak menutup kemungkinan juga yang menjadi mahasiswa kuliah di institut atau universitas perguruan tinggi. Begini quote of the day dari seorang teman tentang rasanya sakit karena putus cinta.

Quote rasa putus cinta

Alkisah di grup whatsapp SMA saya barusan tadi pagi secara tiba – tiba membuat postingan berkaitan dengan cinta.

Menariknya putus cinta itu bagi dia tidaklah sakit, ada yang lebih sakit lagi dari itu. Begini quote nya yang bikin seru di grup

Putus cinta itu tidak sakit, yang sakit adalah ketika sudah putus tapi masih cinta (by someone in this gruop) 🀣

Nah serunya yang bikin quote itu cantik imut ahli membawakan puisi, dahulu juga aktif mengajar pada TPQ di daerah sendang mulyo Surakarta. Suatu wilayah dekat kuburan Bonoloyo.

Bukan hanya mengajar, si dia juga memiliki kisah asmara dengan rekannya satu sekolahan di masa kuliah. Akhirnya anak anak pada kepo dan hidup grupnya.

Benarkah putus cinta tidak sakit?

Halah siapa yang percaya bagi yang pernah mengalaminya, saya kira itu cuma kiasan saja karena ada hal yang lebih menyakitkan (menurut dia).

Yaitu disaat cinta sudah putus tapi masih cinta, apa benar? Entahlah itu bagi yang merasakan tentunya akan kesulitan untuk di wawancara karena berkaitan dengan masalah hati.

Komentar rekan untuk quote Cinta

Setelah postingan tadi, berikut tanggapan beberapa teman mengenai quote of the day ;

Taft Jepara : SADISS!!, Dijawab yang bikin status dengan “nemen”

Pak Dosen ; cinta tidak bisa diputus putus to bu…bahkan bisa dibagi bagi, dijawab,” Pancen.”

Pak Hakim,” Ketika kau telah memutuskan untuk memiliki cinta..maka kau tidak akan memiliki rasa sakit”. Masih ditambahi dengan kalimat:

“Semoga para wanita yang hadir di grup ini senantiasa memeriksa HP suaminya saat pulang kerjaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚”.

Gue,”initial?” Dijawab,” orangnya baik hati dan tidak sombong”.

Disahut pak dosen,” haduh susah, disini orangnya pada baik hati dan tidak sombong.”

Orangnya baru baca sambil senyum-senyum sendiri, kata yang bikin posting.

Pak Taft,”Orangnya pasti hanya membaca WA, tidak komentar, dan beristighfar…. 😭😭.” Dijawab,” Dia gak suka nangis.” Dilanjut agak panjang ceritanya hehe tapi cuma sampai disini yang saya tulis kisah barusan yang terjadi habis subuh.

Kejadian tanggal 7 Mei 2019.

Selamat menikmati humor tragis kisah asmara semasa zaman sma dan kuliah.

Silakan berkomentar

%d blogger menyukai ini: