Alur Mengurus Perizinan Pendirian Pondok Pesantren

Posted on
alur-pengajuan-izin-operasional-pondok-pesantren
alur-pengajuan-izin-operasional-pondok-pesantren

Pontren.com – informasi tentang proses dan alur mengurus perizinan pendirian pondok pesantren di Kementerian Agama berdasarkan KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM NOMOR 3408 TAHUN 2018 TENTANG PETUNJUK TEKNIS IZIN OPERASIONAL PONDOK PESANTREN yang Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 25 oleh DIREKTUR JENDERAL KAMARUDDIN AMIN.

Berikut langkah yang diperlukan oleh pemohon dalam urutan mengurus perizinan pendirian pesantren sampai dengan penyerahan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten atau Kota. Sampai disini pemohon duduk manis menunggu hasil karena akan ditindaklanjuti kemenag dengan verifikasi validasi data serta rekomendasi jika memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku.

Baca

  • Link1
  • Link2
  • Link 3

Langkah urutan dan proses mengajukan izin operasional pondok pesantren

Berikut proses dan kelengkapan berkas yang perlu dipersiapkan menjelang penyerahan berkas permohonan izin operasional lembaga ponpes atau pontren ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten atau Kota

  1. Meminta surat keterangan domisili pondok pesantren (form sudah ada contoh) dari kelurahan atau desa lokasi ponpes berada.
  2. Pesantren mempersiapkan Dokumen Pengusulan (sudah ada form contoh), sekurangnya meliputi :

    menyiapkan-berkas-pengajuan-beserta-lampiran
    menyiapkan-berkas-pengajuan-beserta-lampiran
  • Asli Surat Permohonan Izin Operasional Pondok Pesantren yang ditandatangani oleh kyai/pengasuh pesantren.
  • Asli Formulir Pengajuan Izin Operasional Pondok Pesantren yang telah diisi lengkap dan ditandatangani oleh kyai/pengasuh pesantren.
  • Asli Surat Pernyataan yang menyatakan komitmen untuk menyelenggarakan pondok pesantren sekurangnya sebagaimana ketentuan umum penyelenggaraan pesantren dalam bentuk satuan pendidikan pesantren atau pesantren sebagai satuan pendidikan, mengupayakan dan mempertahankan pemenuhan unsur pesantren (arkanul ma’had) dan jiwa atau karakteristik pesantren (ruhul ma’had), serta komitmen dalam pencapaian tujuan umum pesantren yang sejalan dengan visi, misi, dan tujuan pembangunan nasional.
  • Fotocopy kepemilikan tanah milik atau wakaf sesuai kedudukan pesantren, atas nama pengasuh pesantren atau lembaga/yayasan yang mengusulkan izin operasional pondok pesantren.
  • Asli surat keterangan domisili dari kantor kelurahan/desa sesuai dengan kedudukan pesantren.
  • FC akte notaris & SK Menkumham (Khusus bagi pesantren sebagai penyelenggara pendidikan,)
  • Fotocopy nomor pokok wajib pajak (NPWP) yang masih berlaku. (Khusus bagi pesantren sebagai penyelenggara pendidikan)

Pesantren menyampaikan Dokumen Pengusulan ke Kankemenag Kab./Kota setempat.

mengajukan-proposal-ke-Kankemenag
mengajukan-proposal-ke-Kankemenag

Apabila di pandang perlu, Kankemenag Kab./Kota dapat menunjuk Kantor Urusan Agama (KUA) untuk dapat menerima Dokumen Pengusulan dari pesantren, untuk selanjutnya diteruskan ke Kankemenag Kab./Kota.

Pesantren dapat mengajukan Dokumen Pengusulan dengan mekanisme alur data berbasis elektronik atau secara online, selama sarana prasarana dan perangkat penunjang terkait hal tersebut tersedia di Kankemenag Kab./Kota

Demikian alur mengurus izin operasional pondok pesantren yang selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh kementerian agama secara verifikasi dan validasi sebelum penentuan apakah pengajuan tersebut lolos yang kemudian diterbitkan nomor statistik dan sk serta piagam izin operasional.

loading...
loading...
Gambar Gravatar
Postingan baru : Kami usahakan Jadwal hari Senin dan Jumat akan ada tambahan postingan artikel baru. Terima kasih sudah menyimak. saran dan kritik serta sumbangan artikel kami tunggu. contact info : cspontren@yahoo.com twitter : PontrenDotCom FB : Gadung Giri

Silakan berkomentar