Aturan tentang TPQ menurut PMA nomor 13 tahun 2014

Posted on
back to TPQ
back to TPQ

Aturan tentang TPQ menurut PMA nomor 13 tahun 2014
Pontren.com – informasi tentang taman pendidikan al-Qur’an berdasarkan peraturan Menteri Agama nomor 13 tahun 2014 tentang pendidikan Agama Islam.

Berdasarkan bagian ketiga pasal 45 pada PMA ini disebutkan bahwasanya Taman Pendidikan al Qur’an masuk kedalam kategori Pendidikan Diniyah Nonformal.

Baca :
Pengertian TPQ Menurut Para Ahli
Taman Pendidikan al Qur’an disingkat TPQ atau TPA?
Contoh Susunan Organisasi Pengurus TPQ

Apa sih pendidikan diniyah nonformal yang dimaksud pada PMA ini?
Diterangkan disana bahwasanya yang dimaksud dengan pendidikan diniyah nonformal adalah Pendidikan diniyah nonformal adalah pendidikan keagamaan Islam yang diselenggarakan dalam bentuk Madrasah Diniyah Takmiliyah, Pendidikan AlQur’an, Majelis Taklim, atau bentuk lain yang sejenis baik di dalam maupun di luar pesantren pada jalur pendidikan nonformal.

Pihak Penyelenggara

Pihak yang menyelenggarakan TPQ adalah masyarakat. Yang dimaksud dengan masyarakat yaitu dapat dilaksanakan oleh :

  1. Pesantren
  2. Pengurus Masjid
  3. Organisasi Kemasyarakatan Islam dan
  4. Lembaga Sosial Keagamaan Islam Lainnya.

Tempat Penyelenggaraaan

Lokasi sebagai tempat pelaksanaan kegiatan TPQ, dapat dilaksanakan pada :

  1. Masjid
  2. Mushalla
  3. Ruang kelas atau
  4. Ruang belajar lain yang memenuhi syarat

Kurikulum

Pada PMA juga disebutkan tentang kurikulum Taman Pendidikan Alquran. Akan tetapi kurikulum yang dimaksud merupakan gambaran global pendidikan yang diajarkan. Disebut dengan kurikulum Pendidikan alquran yang terdiri dari :

  • Membaca alquran
  • Menulis dan menghafal ayat-ayat alquran
  • Tajwid serta,
  • Menghafal doa-doa utama

Kompetensi Pendidik

guru TPA yang baik
guru TPA yang baik (C) Faizal Riza

Disebutkan pada PMA ini bahwasanya pendidik atau ustadz pengajar pada Pendidikan Alqur’an harus memiliki kompetensi membaca alqur’an dengan tartil serta menguasai teknik dalam pengajaran al Qur’an

Izin Lembaga

Sebenarnya tidak ada izin operasional bagi lembaga pendidikan diniyah nonformal, khususnya TPQ. akan tetapi disana terdapat aturan bahwa bagi lembaga pendidikan yang diselenggarakan dalam bentuk satuan pendidikan wajib mendapatkan izin dari Kantor Kementerian Agama Kabuparen/Kota.

Pendidikan diniyah formal yang termasuk TPQ didalamnya dan telah mempunyai siswa atau santri sejumlah 15 atau lebih maka harus mendaftarkan ke Kankemenag Kabupaten atau kota setempat.izin operasional pondok pesantren

Bagi lembaga yang sudah terdaftar di Kankemenag, selanjutnya diberikan tanda terdaftar berupa piagam.

Lembaga yang sudah terdaftar pada Kankemenag sebagaimana dimaksud pada PMA ini selanjutnya berhak mendapatkan pembinaan dari Kementerian Agama maupun pemerintah daerah.

Ketentuan lain yang belum diatur

Guna melengkapi aturan tentang Penyelenggaraan Pendidikan alQuran, selanjutnya akan ditetapkan oleh Direktur Jenderal. Karena TPQ berada pada Seksi PD Pontren maupun Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, tentunya direktur jenderal yang menetapkan ketentuan tentang lembaga ini adalah Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis).

ambil raport TPQ
ilustrasi wali santri TPQ ambil raport dengan jalan kaki

Demikian tentang pengenalan lembaga Taman Pendidikan alquran baik itu TKQ, TPQ, TQA atau lembaga sejenis dengan sebutan lain (misalnya sekolah sore, sekolah arab, TPA dan yang lainnya) berdasarkan pada peraturan resmi dari Kementerian Agama yang tertuang pada PMA nomor 13 tahu 2014 tentang Pendidikan Agama Islam.

Semoga menambah wawasan mengenai aturan main dan peraturan instansi dari Kemenag supaya kedepan semakin baik administrasi dan tata kelola lembaga.

loading...
loading...
Gambar Gravatar
Postingan baru : Kami usahakan Jadwal hari Senin dan Jumat akan ada tambahan postingan artikel baru. Terima kasih sudah menyimak. saran dan kritik serta sumbangan artikel kami tunggu. contact info : cspontren@yahoo.com twitter : PontrenDotCom FB : Gadung Giri

Silakan berkomentar