Cara Mengelola TPA TPQ Teladan Terbaik Percontohan

Posted on
TPQ Terbaik di indonesia (ilustrasi)
TPQ Terbaik di indonesia (ilustrasi)

pontren dot com – Bagi para penggiat kegiatan keagamaan khususnya pada pendidikan Al Qur’an yang berpikiran maju, progressif dan semangat tinggi serta daya juang yang mumpuni, mestinya memiliki mimpi bagaimana supaya Lembaga Keagamaan yang di kelola, dalam hal ini TPQ bisa menjadi maju, berkembang dengan baik dan menjadi Lembaga TPA teladan bagi Taman Pendidikan Al Quran yang lain.

Mestinya ada komponen serta hal hal yang menjadi acuan serta parameter suatu lembaga TPQ dapat dikategorikan sebagai lembaga yang representatif dalam pengelolaan yang baik. Komponen tersebut mencakup bidang administrasi, KBM (kegiatan Belajar Mengajar) serta sektor pendanaan, tidak lupa pada ketersediaan rasio guru dengan santri yang cukup. Untuk lebih detail tentang barometer suatu lembaga TPQ bisa dikategorikan tertata dengan baik bisa disimak sebagai berikut

Administrasi TPQ yang baik

Pada tataran administrasi, ada dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama administrasi secara eksternal dengan instansi terkait, yang kedua administrasi internal kelembagaan terkait dengan ketertiban berbagai macam administrasi yang sebaiknya dimiliki oleh lembaga

Struktur Pengurus TPQ yang jelas dan berjalan dengan kondusif saling bersinergi

ilustrasi guru tpq teladan sedang rapat
ilustrasi pengurus dan guru tpq teladan sedang rapat

Hal pokok yang diperlukan guna menjalankan administrasi yang baik diperlukan personal yang berkompeten di bidangnya serta sikap yang baik dan semangat yang mumpuni serta ketelatenan dalam membuat adminisitrasi TPQ. dengan kepengurusan yang jelas serta masing-masing person menjalankan tugas masing-masing dengan baik maka berdampak kepada keteraturan dalam banyak bidang. Mulai dari administrasi, KBM, maupun gathering dana.

Terdaftar di Kementerian Agama (administrasi eksternal)

Hal yang pertama perlu di perhatikan adalah diakuinya secara legal oleh instansi yang menaungi lembaga TPQ ataupun TPA yaitu Kementerian Agama. Suatu TPQ di anggap sebagai lembaga diakui oleh Kementerian Agama (dalam hal ini TPQ) adalah dengan adanya piagam terdaftar yang dikeluarkan oleh Kemenag Kabupaten, atau minimal memiliki nomor statistik lembaga. Untuk pendaftaran TPQ bisa disimak pada Proses mendapatkan nomor statistik TPQ di Kemenag

Kelengkapan Administrasi Lembaga Taman Pendidikan Al Qur’an

Bagi TPQ yang masih seadanya, umumnya kegiatan TPQ hanya berkutat kepada santri berkumpul di ruangan, kemudian di berikan pelajaran oleh ustadz atau ustadzah. Jika para pengelola TPQ menginginkan naik kelas menjadi TPQ yang berkualitas, diperlukan usaha yang baik guna perkembangan kualitas lembaga. Salah satu parameternya adalah kelengkapan administrasi Lembaga, semisal, buku induk, buku tamu, absen ustadz, absen santri, dan buku keuangan serta kelengkapan administrasi yang lainnya. Untuk lengkap serta download file administrasi tpq bisa disimak pada kelengkapan administrasi TPQ

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) TPQ yang baik

Pada sektor kegiatan belajar mengajar, hal yang perlu diperhatikan guna pengelolaan yang baik adalah tentang pembagian kelas-kelas bagi santri TPQ, kurikulum pengajaran, matriks pembelajaran dan juga kegiatan ujian semesteran serta pembagian raport.

Pembagian Kelas Santri TPQ

Mestinya tidak semua santri TPQ mempunyai umur dan kemampuan yang sama. Guna tersampaikan materi pendidikan yang bisa diserap maksimal oleh santri maka diperlukan pembagian kelas serta jenjang pada pendidikan TPQ. Dalam buku panduan TPQ disebutkan bahwasanya tingkat pembelajaran TPQ dibagi menjadi :

  1. Taman Kanak Kanak Al Qur’an
  2. Taman Pendidikan Al Qur’an
  3. Ta’limul Qur’an Lil Aulad

Kemudian pada 3 (tiga) jenjang tingkatan diatas dipilah pilah lagi menjadi beberapa level. Lebih lengkapnya bisa dibaca pada jenjang pendidikan Al Qur’an

ilustrasi santri TPQ mengaji
ilustrasi santri TPQ mengaji

pada buku panduan pengelolaan TPQ, disebutkan tentang bagaimana pembagian waktu dalam kegiatan belajar mengajar ketika kelas umum dan kelas privat. Disebutkan juga pembagian waktu serta matriks pembelajaran TPQ dalam satu tahun dengan model semesteran.

Kurikulum Taman Pendidikan Al Qur’an dan Matriks Pembelajaran

TPQ yang dikelola dengan baik mestinya dalam dataran pengajaran tidak hanya guru datang, mengajarkan materi seingatnya (tidak terprogram dengan rapi), kemudian menyimak hafalan santri. Sukur-sukur ada jadwal harian yang bisa ditaati dalam penyampaian materi. Apabila masih bingung terkait membuat jadwal serta kurikulum TPQ,dan juga cara penyampaian pengajaran yang sistemik serta runtut dan terporgram, Kementerian Agama RI di Jakarta memberikan panduan. Panduan kurikulum TPQ dapat di cermati pada tulisan Struktur Kurikulum TPQ. Sedangkan jadwal penyampaian materi secara semesteran dalam satu tahun bisa dilihat contohnya dalam matriks pembelajaran TPQ Level A. dengan mengikuti panduan tersebut, insyaallah kualitas TPQ akan meningkat seiring sejalan dengan waktu jika dilaksanakan dengan sungguh sungguh dan konsisten.

Rasio Jumlah ustadz dan santri yang seimbang

Beberapa kasus ditemukan bahwasanya mati nya atau bubarnya TPQ bukan dikarenakan kurangnya santri yang belajar, akan tetapi karena ketidaktersediaan guru yang mengajar. Hal ini terjadi umumnya disebabkan faktor pengajar yang masih bujang kemudian menikah, sehingga meninggalkan kegiatan mengajar. Bisa juga karena ustadznya adalah anak-anak sma sehingga pada waktu melanjutkan kuliah tidak ada guru lain yang menggantikan. Begitulah beberapa kasus yang terjadi penyebab pupus suatu lembaga TPQ. Dengan kekurangan guru mengajar menjadikan jumlah guru dan santri tidak sebanding, adakalanya santri dengan jumlah 70 hanya di ampu sebanyak 2 orang. Hal ini menjadikan penyampaian materi yang tidak maksimal. Dengan terpenuhi jumlah guru yang baik dalam mengajar menjadikan kesempatan santri menjadi lebih baik dalam menerima pelajaran meningkat.

ilustrasi ustadzah TPQ TPA
ilustrasi ustadzah TPQ TPA

Ujian semesteran dan pembagian raport santri TPQ

Sebagai kegiatan evaluasi santri serta mengetahui sejauh mana kemampuan dan keberhasilan dalam kegiatan mengajar, TPQ yang berkualitas harusnya mempunyai jadwal ujian semesteran yang terjadwal. Adapun saran pelaksanaan ujian adalah masa dimana para santri selesai melakukan kegiatan semesteran di sekolahan, dimana waktu hari tenang sebelum penerimaan raport sekolahan bisa dimanfaatkan untuk ujian semesteran pada TPQ.

Selesai evaluasi pendidikan dengan cara ujian semester, selanjutnya pembagian raport merupakan bagian yang sangat diperlukan sebagai perwujudan kesungguhan pengelolaan lembaga. Sebagai contoh raport TPQ bisa mengunjungi raport Taman Pendidikan Al Qur’an.

Dengan adanya kegiatan ujian serta pembagian raport, ada hal positif yang di dapat oleh santri maupun lembaga. Bagi santri bisa diketahui sejauh mana kemampuannya, kemudian semangat belajar karena ujian. Bagi lembaga TPQ akan mendapatkan kredit poin dari wali santri karena memandang adanya keseriusan dalam pengelolaan lembaga. Apalagi jika nantinya pada saat akhir tahun dilaksanakan kegiatan wisuda santri serta penyerahan ijazah TPQ. Pastinya sedikit banyak akan membuat orang tua lebih percaya kepada lembaga dan ngoyak-oyak anaknya mengaji di TPQ yang berkualitas. Sebagai contoh ijazah TPQ serta cara penulisan silakan mengunjungi Ijazah Taman Pendidikan Al Qur’an

ilustrasi santri TPQ belajar
ilustrasi santri TPQ belajar

Pendanaan TPQ yang cukup

Beberapa hal diatas mestinya akan berjalan dengan baik jika ada dana yang murwat guna operasional kegiatan TPQ. Adalah sangat memprihatinkan kondisi umum terkait keuangan TPQ. Tidak menutup mata adanya TPQ yang kuat secara dana, akan tetapi berapa persen? Pada kegiatan yang dilaksanakan oleh Kemenag dan diisi seorang dosen dari IAIN Surakarta bernama Abu Choir, (sekaligus pemilik pondok pesantren) menyebutkan tentang beberapa tips mendapatkan dana bagi lembaga. Beberapa diantaranya adalah (bagi TPQ di desa) dengan cara menitipkan 1 benih pohon pisang kepada 1 orang santri dimana nanti kalau berbuah maka menjadi biaya spp santri, atau dengan memberikan anak ayam 1 kepada santri dan di saat besar untuk dijual.
Pada dasarnya hal yang umum dalam penggalian dana adalah sebagai berikut :

Dana dari masjid. Akan tetapi entah kenapa umumnya takmir masjid mengabaikan pendanaan bagi TPQ, bisa jadi karena miss komunikasi (atau tidak adanya komunikasi?) takmir dengan pengelola TPQ. Dimana umumnya takmir masjid adalah orang orang senior dan terpandang, sedangkan penggiat TPQ adalah anak anak muda ataupun orang tua yang secara perhitungan bukan dari kalangan yang diperhitungkan. Hal ini menjadikan pengurus TPQ menjadi inferior dihadapan para takmir masjid sehingga tidak punya bargaining position yang bagus dalam penganggaran dana bagi TPQ.

Donatur tetap : ada beberapa TPQ di perkotaan atau bahkan di desa yang mempunyai donatur tetap bagi kalangan yang menginginkan untuk menjadi donatur. Adapula donatur yang tersadarkan karena diketuk oleh pengurus TPQ. Jika pengelolaan ini dengan baik dan laporan rutin serta tertib, insyaallah akan tetap ada donatur yang bersedia untuk menjadi kontributor ekonomi (seberapapun itu)

Infaq santri : ada beberapa kotak amal yang bisa dibuat khusus bagi santri TPQ sehingga ada sedikit dana guna penunjang kegiatan TPQ

ilustrasi guru TPQ menata administrasi Donatur bagi lembaga
ilustrasi guru TPQ menata administrasi Donatur bagi lembaga

SPP uang Syahriah : Berdasarkan pengamatan dari beberapa TPQ yang maju, baik serta tertata dengan profesional, ternyata banyak orang tua yang tidak keberatan untuk membayar RPP secara rutin. Pada era sekarang ini ternyata memburu kualitas lebih diutamakan oleh sebagian orang daripada memburu hal yang gratis akan tetapi kualitas memprihatinkan. Jadi bisa dikatakan bahwa dengan peningkatan kualitas TPQ maka kans untuk mendapatkan dana operasional TPQ menjadi lebih terbuka.

Begitulah beberapa parameter untuk bisa menyebut suatu lembaga TPQ yang berkualitas ditinjau dari segi KBM dan keberadaan guru. Belum lagi berbicara tentang kualifikasi guru serta ketersediaan sarana prasarana baik bangunan maupun alat peraga. Masih jauh dari harapan kalau semua hal dimasukkan kedalam standar TPQ yang maju.

Demikian untuk menjadi catatan dan penyemangat para asatidz tarbiyatul aulad dalam pendidikan membaca alquran.

loading...
Gambar Gravatar

contact info : cspontren@yahoo.com

Silakan berkomentar